Tampilkan postingan dengan label Kabar Gaib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Gaib. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Januari 2013

CARA MENANGGULANGI ILMU SANTET,dll


Untuk menanggulangi praktek ilmu santet, tenung, jenggis dan sebangsa saya mengijasahkan bagi sedulur semua.untuk digunakan dikala ada serangan gaib yg datang. Bacalah ” INNA LILLAHI WAIN NA ILAIHI ROJIUN ” di baca 7x tahan nafas. Insya Allah serangan gaib itu akan balik kepengirimnya. Ilmu ini tidak puasa dan langsung bisa digunakan. Kuncinya yakin dan memohon rohmatnya agar kita senantiasa dapat perlindungannya

Dan satu lagi mantra kejawen yg sudah terbukti keampuhannya untuk mengusir jin jin jahat kiriman dukun dukun santet.

” KAKANG GOMBAK ADIK KUNCUNG. KOWE KROMO WURUNG AKU KOMO DADI ,KOWE OJO GANGGU AKU, AKU ORA GANGGU KOWE, KOWE SLAMET AKU YO SLAMET” dibaca 9x habis sholat untuk wirid rutin.

Insya Allah jin jin kiriman dukun dukun golongan hitam tunduk dan menyingkir jauh dari kita. Terima kasih, buat siapa saja yg mau mengamalkan monggo.

Dan untuk wirid habis sholat agar kita aman dari ganguan gaib. “BISMILLAHI INNA ANNA AMANNA JAYA SAMPURNA” dibaca 7x tahan nafas habis sholat lima waktu. Insya Allah semua serangan gaib bentuk apapun tidak akan sampai ke tubuh kita. Dan kita akan dapat perlindungan dari gusti Allah sehari semalam.selama kita masih baca doanya.

Sabtu, 01 Desember 2012

PENGASIHAN KHUSUS UNTUK PEREMPUAN - AJI SRI WIDARA

Ini adalah pelet pengasihan khusus milik kaum perempuan. Bagi kaum hawa yang belum memiliki pasangan hidup, disarankan untuk berikhtiar lahir maupun batin. Ikhtiar lahir di antaranya adalah memperbaiki cara berkomunikasi, menata etika sopan santun, penampilan yang bersih dan menarik. Sementara ikhtiar batin di antaranya adalah memiliki pribadi yang mempesona karena kecantikan sejati awalnya dari “dalam” (inner beauty), memiliki sifat “keibuan” dan feminin. Sifat ini secara filosofis sangatlah mulia karena fakta, faktor, fungsi dan peran ibu adalah menjaga keberlangsungan kehidupan manusia, bahkan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini lahir dari rahim ibu. Ikhtiar batin selanjutnya adalah memohon pada Tuhan Yang Maha Kuasa agar diberikan jodoh yang baik.

Salah satu ikhtiar batin yang dimiliki kaum perempuan di Jawa adalah memiliki ilmu pelet pengasihan yaitu AJI SRI WIDARA. Cara memiliki ajian ini adalah berpuasa mutih tiga hari. Mulai puasa pada hari Jumat legi dan setiap hari antara jam 00.00 s/d jam 03.00 duduk bersila untuk meditasi dan membaca mantra 3 x ini:

AJIKU SI SRI WIDARA, ESEMKU DEWI SUPRABA, LIRINGKU DEWI RATIH, SING ANDULU SING NDELENG TEKA WELAS ASIH, TEKA TEMEN TEKA KANGEN MENYANG ING JIWAKU, SAKING KERSANING ALLAH.

Mantra ini dibaca saat akan bertemu dengan seorang pria yang ingin dituju, atau bisa juga dibaca saat akan bepergian keluar rumah. Atau bila sudah memiliki calon suami dan akan melangsungkan pernikahan tepatnya saat akan mulai dirias oleh juru paes maka calon penganten wanita bisa membaca mantra aji Sri Widara ini sehingga inner beauty-nya akan semakin berbinar sangat menarik orang lain yang melihatnya. Cocok juga dimiliki oleh setiap perempuan yang selalu ingin tampil menarik di manapun dia berada.

Kamis, 29 November 2012

Ilmu Menghilang Dengan Surat Yasin


Assalamualaikum..wrwbkt Salam hormat, seblumnya kami mohon maaf, kami ingin berbagi sedikit pengetahuan/pengijazahan tentang aji halimun surah yassin atau disebut jg sebagai ilmu menghilang.

Adapun bacaan nya sbb “WAJA’ALNAA MIN BAYNI AYDIIHIM SADDAN WAMIN KHALFIHIM SADDAN FA-AGHSYAYNAAHUM FAHUM LAA YUBSHIRUUNA” (SURAH YASSIN AYAT 9),

Laku :

1. Niat dg ikhlas
2. Shalat hajat

Tawasul kepada :

- Nabi Muhammad SAW
- Malaikat 4
- Sahabat nabi 4
- Nabi Khidir as
- Sech muhiddin Abdul qadir aljailani
- Mbah kuwu sangkan/pangeran cakrabuana
- Kanjeng Sunan gunung jati
- Kanjeng Sunan kalijaga
- Kanjeng Sunan Muria
- Orang tua
- Diri sendiri

3. Dawamkan ayat diatas sbnyak 41 x slama 41 hari (Tanpa putus)

Manfaat/kegunaan insya allah untuk Keselamatan bagi sipengamal dari gangguan maupun kejahatan fisik dan non fisik yg bersifat deffensif (akan muncul dlm keadaan yg terdesak dan insya allah sudah beberapa kali terbukti)

demikian sedikit pengetahuan yg kami miliki mohon maaf kpd poro sdulur smua atas kekurang/ketidaktahuan kami, semoga bermanfaat dunia akhirat. amin

Kamis, 04 Oktober 2012

CARA BANGKITKAN KHODAM DALAM DIRI KITA



Ini adalah cara yang praktis untuk membangkitkan khodam dalam diri kita, kalo sudah berhasil bisa berguna untuk kehidupan kita sesama umat manusia.

Caranya : Silahkan Puasa 1 hari dihari kamis tapi pada waktu bukanya jangan makan yg bernyawa seperti Ikan, Daging dan telor Dll.
Niat puasanya : Nawaitu shoma ghodin liqodoi hajati sunatan lillahi ta’ala
setelah puasa pada malam jumatnya jam 12 malemnya mandi besar, trus pake wangi-wangian yg non alkohol. Menyepi disebuah ruanagn yang sunyi dan tidak ada orang lain serta suara gaduh disana.
Dalam amar tersebut kerjakan sholat hajat 2 rakaat, selesai solat duduk bersila, Hadiahkan Surat Alfatihah ke nabi muhammad SAW, 4 malaikat, 4 sahabat nabi, & syeh abdul qodir al jaelani.

Selanjutnya Baca :
ASSALAMMUALAIKUM YA KHODAMUL MINAL BADANI 21X
( hadir – hadir – hadir ) sambil memukul lantai.

Baca : Yaa bathin 1000x (dibaca pelan dan dalam hati aja)

Kalo memang berhasil ditubuh kita ada khodamnya nanti dia akan datang, kalo sudah datang kita ucapin salam. Terus komunikasi, jangan lupa tanyain cara pemanggilan cepat.

kalo misalkan tidak muncul juga baca :
SYAMHAHIRIN SYAMKHOHIRIN 1000X

kalo sudah datang jangan lupa salam sama tanya cara pemanggilan cepat.

Ini harus dilakukan ditempat yg gelap jadi kamar kita tidk boleh ada cahaya yg masuk.
oya sebelum sholat kita pager diri dulu bacain ayat kursi sambil tahan nafas “ditembakin” ke kiri, kanan, depan, belakang, jadi lo 4x baca ayat kursinya, masing-masing arah 1x. Semoga berguna..

Selasa, 26 Juni 2012

INDERA KE-ENAM


Banyaknya pertanyaan mengenai kegagalan belajar ilmu ghaib khususnya tentang indera keenam, saya khawatir banyak yang telah salah dalam memahami tentang indera keenam ini.

Sebenarnya kemampuan indera keenam tidak bisa ditransfer ke orang lain, seperti yang banyak dipahami itu. Semua itu hanyalah bahasa iklan. Kalaupun ada guru atau paranormal yang katanya bisa melakukannya, seringkali itu adalah transfer khodam JIN. Dengan bantuan khodam tersebut, sang murid bisa tahu hal-hal ghaib. Dan jelas bahwa sejatinya ia tidak mempunyai kemampuan indera keenam. Bila khodamnya telah pergi, atau dicabut oleh orang lain yang lebih sakti, maka ia tak bisa lagi tahu hal ghaib. Dari pengalaman, berkolaborasi dengan khodam JIN membawa dampak yang kurang baik. Indera keenam, sejatinya adalah kemampuan terpendam dari manusia. Jadi tak perlu bersekutu dengan JIN. Karena pada hakekatnya kita bisa mendayagunakannya bila saja kita tahu caranya.

Indera keenam hanya bisa bangkit atau muncul bila seseorang senantiasa mengendapkan pikiran, jiwa dan raganya. Dengan cara bermeditasi / bertapa / tafakur / kontemplasi dan diiringi dengan menjaga 9 lubang di tubuh manusia (babagan howo songo). Cara-caranya bisa dipelajari. Yang dibutuhkan hanya ketekunan dan kemauan.

Dari cara tersebut, nanti akan terjadi loncatan indera. Yaitu dari PANCA indera (5 indera) ke Indera ke enam. Prosesnya seperti orang tidur, tahu-tahu terjadi begitu saja. Saat kita berbaring akan beranjak tidur, memakai selimut lalu menutup mata, tahu-tahu terlelap masuk alam mimpi. Apakah ada orang yang sadar bahwa dirinya telah tertidur?? Tentu saja tidak. Batas kesadarannya tipis sekali. Begitulah kira-kira terjadinya proses loncatan indera ini.

Belum tentu orang yang telah berpuasa bertahun-tahun atau membaca wirid & dzikir beribu-ribu kali, kemudian bisa memiliki kemampuan indera keenam. Semua bentuk lelaku tersebut bukan inti dari ilmu ghaib. Puasa, wirid-an, baca dzikir, meditasi dan sebagainya itu hanyalah sarana untuk mencapai pengendapan pikiran, jiwa dan raga agar bisa masuk dalam kekedalaman rasa (rasa sejati). Setelah terjadi pengendapan (hening) lalu terjadilah loncatan indera ini, dari panca indera ke indera ke enam.

Banyak orang / murid yang gagal dan jenuh dalam mengamalkan ilmu. Akhirnya tidak ada yang didapat. Semua itu karena mempunyai anggapan bahwa dengan menyelesaikan puasa beberapa hari dan membaca dzikir sekian ratus atau ribuan kali kemudian berpikir bisa ini-itu. Tidak demikian.

Kebanyakan murid yang berhasil adalah mereka yang ketika membaca wirid hanyut dalam keheningan dzikir. Entah disadari atau tidak. Semua organ tubuh, pikiran, jiwanya telah tenang, mengendap ke kedalaman rasa. Nah saat itulah terjadi loncatan indera ini.

Jadi bukan mereka yang telah menyelesaikan bacaan wirid sekian ribu kali, yang akan berhasil. Tapi sekali lagi, mereka yang bisa mengendapkan pikiran, jiwa dan raga dalam keheningan yang sejati.

Persis seperti kata pepatah: “batu pecah bukan karena pukulan keseratus kali, tapi karena dipukul terus-menerus“

Semakin banyak jumlah wirid yang dibaca, harapannya jiwa jadi semakin tenang, pikiran semakin fokus (tidak membayangkan kemana-mana), akhirnya bisa masuk menuju kekedalaman rasa. Di wilayah inilah hal ghaib akan terjadi.

Namun kenyataan yang diamalkan murid ternyata tidak demikian, mereka lebih fokus untuk menyelesaikan bacaan, lebih fokus telah menyelesaikan puasa, lebih fokustelah melengkapi sesaji dan sebagainya. Akhirnya sia-sia, tidak ada yang didapat. Karena tidak tahu inti dari semua lelaku itu.

Akhirnya muncul pertanyaan klasik. “Saya sudah menyelesaikan ritual puasa dan wiridnya tapi koQ tidak berhasil ya?!”



Fungsi Indera Keenam

Kita telah tahu fungsi dari panca indera (5 indera), lalu bagaimana dengan indera yang keenam itu?

Indera ke enam merupakan kemampuan seseorang dalam menangkap sinyal-sinyal ghaib dan hal-hal yang belum terjadi. Bentuknya kebanyakan berupa pertanda lewat wangsit / bisikan / pengelihatan atau bisa juga lewat mimpi. Seperti intuisi, tapi lebih tajam. Bila kemampuan intuisi adalah hasil dari pengalaman, maka indera keenam tidak butuh pengalaman.

Contohnya, seorang pedagang profesional dengan intuisi dan insting dagangnya yang telah terasah dari pengalaman bertahun-tahun, ia bisa memprediksikan jalannya alur ekonomi. Namun bagi paranormal tidak perlu menjadi pedagang untuk bisa memprediksikan masa depan ekonomi. Lewat kemampuan indera keenamnya ia bisa tahu, meski tidak pernah mengikuti perkembangan ekonomi. Begitu juga dalam hal-hal yang lainnya.

Setelah indera ke enam, masih ada lagi indera ketujuh, kedelapan dan seterusnya. Setiap indera mempunyai kemampuan sendiri-sendiri. Para Nabi dan rasul adalah orang-orang yang telah melampui indera keenam. Selain mereka, ada juga orang awam yang diberi kemampuan tersebut. Apapun agama dan keyakinannya. Hanya mereka yang betul-betul telah bisa mengurai misteri dalam dirinya dengan sempurna yang bisa memiliki kemampuan itu. Ya, indera keenam adalah kemampuan yang beranjak dari hasil mengurai misteri diri kita sendiri.


Senin, 18 Juni 2012

AJIAN KAWIN SUKMA KAWIN BATIN


Ajian ini merupakan pengasihan yang bisa di gunakan oleh laki-laki atau perempuan, karena sejatinya ajian ini memberdayakan saudara yang 4 untuk mempengaruhi hati dan batin seseorang.konon menurut sesepuh yang pernah saya temui, ajian di ciptakan oleh pangeran Adi Poday ayahanda Joko Tole. Bagi saudara yang mau mengamalkan dipersilahkan saya ikhlas asal digunakan bukan untuk maksiat. Kesuksesan suatu amalan apapun tergantung pada kuatnya keyakinan dan kebersihan niat kita serta istiqomah dan ke ajegan hati kita lurus pada sang kholiq, khusuk dan tidak tergesa gesa! itulah pesan rahasia dimana ketika Rosulullah untuk mendapatkan wahyu pertama kali beliau melakukan uzlah tidak hanya 3-7 malam khan? kecuali kita sebagai ummatnya kita berharap dan dengan syafaatnya insyaallah 3-7 bisa nyata.

TAWASSUL: Nabi Muhammad Malaikat Jibril Mikail Isrofil ‘Izroil Nabi Adam AS dan Siti Hawa Nabi Sulaiman,Nabi Daud Para Waliyullah Pangeran Adi Poday Kedua Orang Tua Pengamal Kedua Orang Tua Target Si Target Saudara Kita Yang 4 (terserah sesuai dengan kebiasaan pengamal menyebut apa)* Kalau dimadura sebutan saudara yang 4 bermacam macam: Sariya, Nuriya, Rohanna dan Rohanni Karamang, Katibing, Kapala dan Katubah Amarah, Sufiyah, Muthma’innah dan Luwamah Tamonih,Tontonan,Oreh dan Totop Jabrail, Makail,Isrofil dan ‘Izroil

Lalu membaca Membaca Syahadat 3x

BISMILLAHIR ROHMANIR ROHIM SUKMA RASA SUKMU RANTING RANTANG RANTING DHULUR PAPAT LEMA’ BADHAN. JABROIL MIKAIL ISROFIL ‘IZROIL, PAKABIN AKI SOKMA SENGKO’ SARENG SOKMANAH……….(NAMA TARGET). ………(TARGET) SE AMIMPEYAH TEDUNG BHAN SENGKO’, PANAPA’ AKI ANGIN SALEBUNG MALEM SATEYAH DHA’……….(TARGET). ……(TARGET) LAMUN TEDUNG GETTAK PANGIDING AKI, BHAN SE ASOWARA_AH SENGKO’ BHAN SE AROPA_AH SENGKO’. ATENAH SENGKO’ EKA ATEYAH…..…(TARGET) ATENAH…..(TARGET) EKA ATEYAH SENGKO’. TEKKA_AH POSANG ALENGSANG JABANG BAYINAH……(TARGET) DHA’ KASENGKO’. KABIN BATIN KERSANING ALLAH LAA ILAAHA ILLALLAH BERKUAT MUHAMMADAR ROSULALLAH.(minimal 121 x yang penting ganjil)

Kira-kira artinya begini: (sukma rasa sukmu ranting rantang rantig saudara yang 4 yang ke 5 badan.jibril makail isrofil izrol.kawinkan sukmaku dengan sukmanya…….(target). …….(target) agar bermimpi tidur denganku, sampaikan wahai angin puting beliung malam ini kepada…..(target). ……(target) kalau tidur gertaklah dan bangunkan dia, dengan bersuara suara aku dengan wajah berupa aku.hatiku menjadi hatinya……(target) hatinya…..(target) menjadi hatiku. biar dia bingung tidak tahu arah jabang bayinya…..(target) kepadaku.kawin batin karena ALLAH. Tiada Tuhan Selain Allah Berkuat Muhammad Utusan Allah)

CARA MENGAMALKAN: Sediakan Kemenyan Putih secukupnya Kemenyan tersebut dibakar saat mengamalkan Saat matahari mau tenggelam dan mau terbit juga membakar kemenyan sambil membaca Ajiannya 11x tanpa tawassul. Setiap malam selama 7 malam tanpa putus ajiannya di baca 121x. Di amalkan diluar rumah dan jangan lupa pegang fotonya. Sebelum mengamalkan pengamal harus ketemu dengan si target sekalipun tidak ngomong apa apa yang penting si target sudah melihat si pengamal. @@@



MELENYAPKAN BARANG SIHIR DAN TAHU PELAKUNNYA



Fungsi: Menghilangkan barang sihir dari tubuh dan tahu pelakunya

Caranya:
• Malam hari sebelum menolong penderita. Bacalah ayat ini
1000 kali. ” INNAHU’ALAA RAJ’IHII LAQAADIR “.
• Selesai itu, anda keluar rumah untuk mencari bintang beralih
yang membentuk huruf alif. Usahakan untuk menemukannya
3 kali. Tetapi hal ini bukannya syarat mutlak.
• Esok harinya, tolonglah penderita dengan ritual ini:
• Sediakan telur ayam kampung 2 biji
• Usapkan menggelinding ke dua telur tersebut ke sekujur
tubuh penderita korban sihir sambil membaca mantra ini 7
kali: “JAHIL NYAWANE SETAN, LUKOCO NYAWANE BUTO,
JAHILAN NYAWANE GENDRUWO GUMETER NYAWANE JIN,
DUMILAN NYAWANE DANGEN,
SIRO SUMINGGAHO NYAWANIRA WUS KOK GEGEM DENING
INGSUN”,
• Setelah itu, letakkan kedua telur pada piring porselen putih
(satu telur satu piring).

Pecahkan telur pertama, maka akan tampak barang-barang sihir tersebut. Itu pertanda barangbarang tersebut telah lenyap. Pecahkan telur kedua, maka akan tampak tukang sihir yang keji itu. Saya redokan untuk sesiapa yang ingin kan keilmuan ini.
Wasalam. @@@



Kamis, 10 Mei 2012

INTI BELAJAR ILMU GHAIB


Bagi yang merasa sering gagal dalam belajar ilmu ghaib hal itu bisa jadi disebabkan karena belum mengerti inti ajaran dari suatu amalan ilmu ghaib. Jangan berpikiran seperti anak TK yang manja, merasa bila sudah ikut perguruan ini-itu lalu akan langsung bisa. Guru hanyalah seorang pembimbing. Faktor keberhasilan kembali kepada kesungguhan diri masing-masing. Bagi yang telah senior cukup dengan memahami serat Syech Siti Jenar ini saja sudah cukup menjadi petunjuk menuju jalan keberhasilan.

Sajati jatining ngelmu,
Lungguhe cipta pribadi,
Pustining pangestinira,
Gineleng dadya sawiji,
Wijanging ngelmu dyatmika,
Neng kahanan eneng-ening.

Artinya kurang lebih adalah : Hakekat ilmu yang sejati, Terletak pada cipta pribadi, Maksud dan tujuannya, Disatukan adanya, Lahirnya ilmu pamungkas, Dalam keadaan sunyi, jernih.

Khasanah dunia ghaib hanya bisa ditembus dengan kondisi MEDITATIF. Artinya kondisi yang tenang, hening, suwung yang meliputi RAGA, PIKIRAN dan JIWA. Untuk mencapai kondisi tersebut perlu sarana latihan (riyadhoh). Misalnya dengan cegah makan (puasa), cegah tidur (melek), tekun membaca Dzikir Doa-mantra, tekun dalam olah nafas prana dan tekun Meditasi. Semua itu tentunya ada baiknya dibimbing oleh seorang Guru, atau berijazah.

Ketenangan RAGA bisa dicapai dengan sarana riyadhoh cegah makan, cegah bebaban (mengendalikan nafsu seksual), cegah berbuat jahat (nafsu angkara murka) semua itu terangkum dalam amalan yang disebut PUASA.
Ketenangan PIKIRAN bisa dicapai dengan sarana riyadhoh intopeksi diri, mengikuti kajian ilmu, mendatangi tempat-tempat bernilai spiritual, melakukan meditasi di sawah nan hijau, pantai dan gunung.
Ketenangan JIWA bisa dicapai dengan sarana riyadhoh membaca wirid Doa-Mantra, sembahyang, takafur, bermeditasi, melakukan Tarian Jiwa dan latihan berlalu jujur.

Semua itu dirangkum menjadi satu kesatuan ritual (lelaku), maka akan menumbuhkan keadaan tenang dan pasrah yang akan menuntun kedalam keheningan.

Tidak ada gunanya anda mampu berpuasa berhari-hari, rajin membaca wirid doa-mantra siang-malam bila semua itu tidak bisa menciptakan kondisi yang hening atau suwung. Semua amalan hanya sia-sia, tidak akan tembus alam ruhani, alam keghaiban. Kondisi hening tidak bisa disugestikan dengan sekedar kata hening..hening..hening. Tetapi kondisi hening adalah produk nyata dari ketenangan (kepasrahan) Raga, Pikiran dan Jiwa. Tidak bisa direkayasa, apalagi dengan menggunakan opium, candu, narkotika seperti dalam ritual ilmu hitam, semua itu bentuk ke-fana-an semu!


ILMU PENGASIHAN


Tidak bisa dipungkiri meski kita hidup dijaman era teknologi dan internet, tapi sebagian masyarakat dinegeri ini masih ada yang mengamalkan ilmu Pelet. Karena urusan “cinta” memang tidak terpengaruh oleh jaman. Akan selalu menarik untuk diselami dijaman apa saja.

Istilah “Cinta Ditolak Dukun bertindak” sekarang saya ganti menjadi “Cinta Ditolak, Ilmu Pelet bertindak” hehehe… Boleh-boleh saja tho? Lha..dijaman serba internet sekarang ini untuk mendapatkan ilmu pelet tidak harus datang ke dukun koQ. Sudah banyak ilmu-ilmu pelet yang dijabarkan didunia maya ini. Walaupun banyak juga yang ngawur, baik riwayat, rapal doa/mantera maupun ngawur tatacara ritualnya. Tak heran bila banyak yang gagal, akhirnya merasa tertipu ilmu ghaib, dan akhirnya malah bikin tambah ruwet masalah.

Ilmu Pelet apapun itu jenis rapal manteranya, media peletnya dan cara penggunaannya tapi cara kerjanya sama. Mirip seperti hipnotis yang sering Romy Rapael lakukan di TV itu. Cuma bedanya bila hipnotis itu tidak menggunakan Aji Mantera, tanpa ritual yang aneh-aneh untuk mempengaruhi korbannya. Sedangkan Ilmu Pelet kebanyakan menggunakan mantera, ritual atau benda tertentu (jimat) untuk dapat mempengaruhi orang yang jadi sasaran pelet. Lebih ekstrimnya Ilmu Pelet itu mempunyai kesan “memaksa”. Tapi keduanya mempunyai kesamaan, yaitu mempengaruhi alam bawah sadarnya seseorang.

Jadi Ilmu Pelet artinya ritual ilmu yang mengandung kekuatan ghoib untuk menebarkan hasrat yang diinginkan, menaklukan hati seseorang agar menjadi cinta, namun cenderung memiliki unsur pemaksaan. Kenapa disebut pemaksaan, karena kerja ilmu pelet itu mendayagunakan kekuatan gaib yang dapat mengambil alih kontrol pikiran sang korban. Sehingga yang awalnya benci seketika setelah terkena ilmu pelet langsung bisa berubah menjadi cinta. Awalnya sombong menjadi takluk setengah mati mengemis cinta. Bahkan bisa gila bila tidak ditemui oleh orang pelaku ilmu Pelet. Dari sini tampak jelas, ada unsur pemaksaan, perubahan jiwa (cinta) tidak natural, tidak berjalan alami. Dan hanya dengan media kekuatan gaib yang bisa melakukannya.

Contohnya adalah seseorang yang terkena Ilmu Pelet Jaran Goyang (Jaran= kuda), maka orang tersebut akan menjadi tergila-gila, cinta setengah mati kepada sang pelaku pelet, sering mengigau memanggil-manggil nama pelaku pelet tadi. Dan bila dalam jangka waktu tertentu tidak ditemui oleh sang pelaku pelet maka korban bisa saja gila beneran. Korban akan menjadi tenang setelah pelaku pelet memberinya obat penawar, biasanya berupa air putih yang telah dibacakan mantra Penawar Ajian Jaran Goyang. Saat itu korban tidak lagi mengigau tidak jelas seperti orang gila, akan menjadi kelihatan normal namun tetap dalam pengaruh pelet Jaran Goyang.

Berikut Ajian Jaran Goyang yang pernah saya dapatkan dulu ketika masih gandrung(suka) berburu ilmu-ilmu gaib. Saya dokumentasikan hingga sekarang.

“Sun matek ajiku si Jaran Goyang tak goyang ing tengah latar upet-upetku lawe benang pet sabetake gunung gugur, pet sabetake lemah bangka, pet sabetake segara sat, pet sabetake ombak gede sirep, pet sabetake atine si ….bin… cep sido edan ora mari-mari yen ora ingsun sing nambani.”

Mantera pengobatannya:

“Sun matek ajiku si Jaran Goyang, Kaki danyang Nyai danyang kompi jenggot sing nempel neng engone si…balio nang….(dan seterusnya).

Nampak jelas, dari rapal manteranya, korban akan menjadi gila bila tidak diberi penawar oleh sang perapal ilmu Ajian JaranGoyang. Dari mantera penawarnya, sang perapal Ajian pelet ini menyuruh pergi (balik) makhluk halus dari Ajian Jaran Goyang yang bersemayam di badan sang korban.

Untuk mendapatkan ilmu Pelet, sekarang tidak sulit lagi, tidak perlu ke dukun, seperti yang saya katakan diatas. Kemajuan teknologi memberi berbagai kemudahan untuk mendapatkan berbagai informasi. Tak terkecuali tentang Ilmu Pelet. Meski banyak juga yang mengajarkan ilmu setengah-setengah, tanpa mantera penawarnya. Entah apa jadinya kalau benar-benar diamalkan, tahu-tahu korban jadi gila teriak-teriak memanggil nama sang pelaku pelet, apa tidak malu tuh? Ketahuan donk kalau sedang pake ilmu Pelet. Hehehe…

Intinya darimana pun ilmu Pelet itu didapat, selama benar rapal mantera, tatacara ritualnya dan syarat-syaratnya terpenuhi, maka tidak mustahil seseorang bisa berhasil menguasainya.

Gaya bahasa rapal mantera ilmu Pelet bermacam-macam, biasanya tergantung dari daerah mana mantera pelet itu berasal. Ritualnya biasanya menggunakan puasa Mutih, Ngebleng, Patigeni dll. Media Pelet bisa berupa energi sugesti, bisa juga energi langsung Jin (makhluk gaib), media jimat seperti buluh perindu, minyak mani gajah, boneka (voodoo), rambut, kain yang pernah dipakai sang korban, atau kain mori dari orang mati dan sebagainya.

Pengaruh ilmu pelet bisa berlangsung singkat, namun juga bisa bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai langgeng seumur hidup. Tergantung kadar besarnya kekuatan pelet yang bersemayam didalam diri korban. Saya pribadi pernah mendapati sepasang kekasih dari hasil ikatan asmara yang tidak wajar ini. Bahkan ada yang sampai punya anak dua yang sudah beranjak dewasa. Biasanya yang sampai langgeng bertahun-tahun ini, ilmu pelet yang digunakan tidak hanya sekedar Aji Mantera namun sudah menggunakan media benda gaib, seperti Buluh perindu, Minyak Pelet, Benang merah (tali berwarna merah yang diikatkan diperut) atau model-model jimat lainnya. Dan jimat ini dijaga oleh pelaku pelet dengan hati-hati jangan sampai rusak atau hilang. Jangan tanyakan kepada saya, bagaimana bila jimat ini sampai hilang?? Tentu sudah bisa ditebak apa yang bakal terjadi!

Demikian kajian tentang Ilmu Pelet ini, semoga bisa menambah wawasan kita.

Sebagai catatan :

Dalam mimbar ini saya tidak mengajarkan ilmu tersebut. Artikel diatas adalah wacana mengenai Kajian Ilmu Pelet, dan yang dijadikan contohnya adalah Aji Jaran Goyang. Maka kepada para pembaca yang budiman mohon dapat membedakan antara artikel yang bersifat KAJIAN dan artikel yang bersifat TUNTUNAN amalan ilmu. Semoga dapat dimengerti.


KAJIAN ILMU KULHU SUNGSANG


Ilmu Gaib Untuk Menangkis Serangan Santet

Dalam khasanah ilmu gaib ada ajian yang berfungsi untuk menghadapi makhluk halus, sihir, santet dan sejenisnya. Ilmu ini sangat kondang didunia mistik Jawa dan sangat ampuh untuk menaklukan makhluk halus. Ada 4 jenis ilmu yang serupa dengan rapal yang berbeda, namun memiliki kesamaan nama depan yang diawali dengan “KULHU”. Salah satunya adalah yang bernama KULHU SUNGSANG. Bunyi manteranya sebagai berikut.

“Kulhu Sungsang, Rajah Iman, Kudungku malaikat Jibril, Tekenku Nabi Muhammad Rasuulullah Shollallahu ngalaihi wasallam.”

Namun ritual untuk mendapatkan ilmu gaib ini cukup susah, yaitu dengan menjalani Patigeni selama 3 hari. Yang dimulai dihari Selasa Kliwon. Ritual patigeni adalah mengurung diri dalam ruangan yang sangat gelap gulita, tidak boleh makan, minum dan tidak boleh tidur.

Di mimbar ini saya tidak bermaksud untuk mengajarkannya kepada pembaca, namun hanya ingin mengajak mengkaji Ilmu legendaris ini.

Ajian Kulhu Sungsang merupakan warisan dari Wali Allah yang ketika itu mengalahkan panglima jin dipulau Jawa. Yang keilmuannya diambil dari Ayat 1 Surat Al-Ikhlas, kemudian dilanjutkan dengan doa dalam bahasa Jawa. Jadi Ajian Kulhu Sungsang bisa dikategorikan sebagai hizb, hanya saja formatnya dalam bahasa Jawa.

Riwayat ILMU KULHU SUNGSANG

Alkisah riwayat ilmu Kulhu Sungsang ini lahir ketika jaman wali songo. Saat itu pengaruh hal-hal yang bersifat ghaib sangat kental dikehidupan masyarakat Jawa (kejadiannya tepatnya didaerah Jawa Timur – menurut penelitian saya). Makhluk halus sangat diagung-agungkan, hingga seolah-olah manusia dibawah kendali para JIN. Akhirnya terjadilah berbagai macam bentuk pemujaan yang dilakukan masyarakat kepada makhluk halus, karena begitu takutnya dengan pengaruh ghaib ini.

Kemudian muncullah salah satu tokoh dari Wali Songo. Ada yang meriwayatkan beliau adalah Sunan Ampel, tapi ada juga yang mengkisahkan beliau adalah Sunan Bonang (putra Sunan Ampel). Yang bermaksud menghentikan semua ulah para makhluk halus tersebut.

Singkat cerita lalu terjadilah peperangan antara Sunan dengan Panglima JIN yang menguasai tanah Jawa. Dan dimenangkan oleh sang Sunan. Ilmu yg digunakan oleh Sunan adalah berlandaskan ilmu Tauhid (mengesakan Tuhan – Surat Al Ikhlas). Kemudian dibuatlah semacam perjanjian yang intinya adalah bila ada anak turun Sunan yang membaca potongan Qulhu (yang kemudian dikenal sbg macam-macam ajian KULHU) maka para Jin dan kawan-kawannya di tanah Jawa harus segera menghentikan seluruh aktivitasnya mengganggu orang tersebut.

Maka sejak saat itulah ilmu Kulhu Sungsang dikenal sebagai ilmu yg efektif untuk mengusir Jin, khususnya di tanah Jawa ini.

Makna ILMU KULHU SUNGSANG



“Kulhu Sungsang, Rajah Iman, Kudungku malaikat Jibril, Tekenku Nabi Muhammad Rasuulullah Shollallahu ngalaihi wasallam.”

“Kulhu Sungsang” merupakan bacaan niat sebagai penekanan Sugesti diri sebelum membaca keseluruhan ajian Kulhu Sungsang ini. Seperti halnya dalam ajian-ajian lain, misalnya diawali membaca “Sun Amatek Aji…” atau “Niat Ingsun matek ajiku…” dan sejenisnya.

Disini makna dari “kulhu sungsang” adalah ilmu gaib yang mengakibatkan segala bentuk kejahatan magis seperti santet, semakin terhijab (tertutup) dan terjungkir sasarannya dari orang yang hendak dituju. Artinya ilmu Kulhu Sungsang sejatinya bukan untuk mengembalikan santet agar berbalik menghantam kepada orang yang menyantet. Tidak seperti yang telah dipahami masyarakat selama ini. Jika ingin bermaksud mengembalikan santet, maka ada ilmu tersendiri yaitu Kulhu Buntet atau lebih dikenal dengan sebutan Aji TanggulBalik.

“Rajah Iman”: Rajah bisa diartikan tulisan-tulisan yang dijadikan sebagai piranti / prasarana / media dalam ilmu-ilmu gaib. Jadi “rajah iman” bermakna: yang dijadikan sebagai piranti gaib dari sang pemilik ilmu Kulhu Sungsang adalah IMAN. Keimanan kepada siapa? Tentunya kepada Gusti Allah SWT. Karena pada hakekatnya “tiada daya dan kekuatan kecuali pada Allah”. Tapi daya dan kekuatan itu telah dijadikan kodrat bagi makhluk-NYA. Dan seperti kita ketahui, makhluk-makhlukNYA (malaikat, jin, manusia, bahkan alam semesta) mewujudkan daya dan kekuatan dari Tuhan itu dalam bentuk yang berbeda-beda.

Daya-daya siapa sajakah yang dihadirkan dalam ilmu Kulhu Sungsang ini? Maka diterangkan dalam rapal mantera berikutnya, dengan bacaan: “kudungku Malaikat Jibril”.

“Kudung” atau bahasa lainnya “kerudung” adalah sesuatu yang digunakan untuk menyelimuti bagian badan (biasanya dipakai dikepala). Disini penggunaan kata “kudung” lebih berarti menyelimuti seluruh badan sang pemilik ilmu Kulhu Sungsang. Jadi bukan menyelimuti sebagian badan atau kepala saja, tapi seluruhnya.

Hal ini sesuai dengan budaya bahasa mantera di Jawa. Tengoklah seperti dalam Ajian WEWE PUTIH yang berbunyi: “…kudungono mego mendhong cat tan katon…” Ajian Wewe Putih adalah ajian yang membuat badan pemiliknya jadi samar / tidak kelihatan oleh musuh. Kata “kudungono” dalam rapal mantera itu berarti menyelimuti seluruh tubuh. Tidak hanya kepala saja yang tak kelihatan (menghilang) tapi seluruh tubuhnya. Itu artinya penggunaan kata “kudung” dalam mantera Jawa bermakna menyelimuti seluruh tubuh.

Kudung dapat berupa kain, daun, plastik atau jenis benda materi lainnya, tapi juga bisa berupa nonmateri, seperti energi gaib, cahaya, sinar atau aura yang menyelimuti tubuh.

Disini daya malaikat Jibril dihadirkan sebagai “kudung” atau kerudung. Berangkat dari kisah Nabi Muhammad SAW suatu ketika pernah terkena sihir dari Labid bin Al-A’sham dari Bani Zuraiq, sekutu Yahudi. Kemudian malaikat Jibril hadir dan membacakan doa mantera (merukyah) untuk melepas ikatan sihir tersebut. Dan akhirnya Nabi pun selamat dari sihir itu. Jadi seolah-olah Nabi senantiasa mendapat pengawalan gaib dari malaikat Jibril dalam dirinya (tentu dengan ijin Allah SWT).

Dengan menyakini sepenuhnya bahwa daya Malaikat Jibril juga akan menyatu menyelimuti (meng-kerudungi) pembaca ajian KULHU ini, maka diri si pembaca atau pemilik ilmu Kulhu Sungsang ini juga akan terlindungi / selamat dari sihir, santet, tenung dsb, sebagaimana Nabi pernah selamat dari sihir dengan bantuan dari malaikat Jibril.

Kemudian Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir dihadirkan sebagai daya “teken” (tongkat). “tekenku Nabi Muhammad… dst”

Teken (tongkat) biasanya dipakai oleh orang yang lanjut usia / lemah badannya, untuk menopang badannya agar tidak ambruk demi kelangsungan hidupnya.

Teken (tongkat) biasanya juga dipakai oleh para jawara, orang sakti sebagai senjata atau pusaka.

Teken (tongkat) biasanya juga dipakai oleh para pejabat / raja (tongkat Komando) sebagai penambah aura kewibawaan / meninggikan derajat atau sebagai anugerah kehormatan dari Pangeran / Raja.

Teken (tongkat) biasanya juga dipakai oleh orang buta, sebagai penuntun jalan.

Rapal “Tekenku Nabi Muhammad” bukan berarti Diri badan Nabi dijadikan sebagai tongkat (teken), tetapi ajaran yg dibawa oleh Nabi Muhammad SAW yang dijadikan sebagai tongkat penuntun jalan (pedoman hidup) yang dapat meninggikan dejarat orang yang mengimaninya sebagai salah satu anugerah dari Gusti Pangeran (Tuhan Yang Maha Kuasa) sekaligus sebagai senjata melawan musuh (orang jahat/kafir/jin), untuk menopang kelangsungan hidup.

Kemudian rapal mantera ditutup dengan shalawat Nabi, sebagai bentuk rahmat (keselamatan).

Maka seseorang yang didalam jiwanya telah mengerti hakikat sejati dari ilmu Kulhu Sungsang ini, maka tiada lagi ketakutan kepada makhluk halus. Ketika dalam perenungan ritual Patigeni, dalam gelapnya ruangan, terpancarlah NUR (cahaya) gaib yg menyelimuti diri, seperti lentera yang cahayanya menyilaukan, hingga membuat silau mata makhluk halus, santet, tenung dsb, akhirnya terjungkirlah (sungsang) tidak mengena sasaran.

Sebenarnya Ajian Kulhu Sungsang ini tidak berdiri sendiri, masih harus dilengkapi dengan 3 ajian Kulhu lainnya. Karena merupakan satu benteng yang saling terkait. Dan mempunyai posisi pada lapisan-lapisan tersendiri yang tidak bisa dibolak-balik. Namun penjabaran dari saya cukupkan sekian dulu.

Mohon maaf kepada para pinisepuh ahli mantera apabila saya salah dalam menjabarkan. Semata-mata merupakan hasil dari kajian pribadi saya selama pengembaraan ngelmu.


TENTANG ILMU PENGASIHAN, MAHABBAH & PELET


Ilmu Pengasihan adalah salah satu cabang ilmu spiritual yang tujuannya untuk menumbuhkan rasa cinta kasih dihati orang yang kita tuju. Dalam kehidupan sehari-hari sering disebut sebagai mantra aji pengasihan, ilmu mahabbah dan ilmu pelet.

Ritual dan rapal Ilmu pengasihan banyak jenisnya. Namun pada dasarnya Ilmu Pengasihan dibagi dalam 2 jenis. Umum dan khusus.

Ilmu pengasihan yang bersifat umum, artinya ditujukan kepada semua orang yang melihat agar jadi sayang dan asih. Ilmu pengasihan jenis ini lebih menonjolkan aura kharismatik, ketampanan, kecantikan (inner beauty) dari diri sang perapal ilmu pengasihan.

Ilmu Pengasihan Khusus artinya Ilmu pengasihan yang khusus hanya ditujukan kepada seseorang saja, agar orang tersebut jatuh cinta kepada orang yang merapal ilmu Pengasihan. Jenis ini orang awam sering menyebutnya sebagai Ilmu Pelet.

Ciri khas ilmu pengasihan umum dapat dicermati dari rapal doa / mantra-nya yang tidak ada penyebutan nama seseorang yang dituju. Jadi bersifat umum, ditujukan untuk semua orang yang memandang.

Berbeda dengan Ilmu pengasihan khusus yang pasti menyebutkan nama orang yang hendak dijadikan target agar jatuh hati kepada sang perapal ilmu Pengasihan. Contoh Ilmu pengasihan jenis ini yang sudah tersohor antara lain Jarang Goyang, Semar Mesem, Setan Kober dll.

Prinsip kerja antara ilmu pengasihan Umum dan Khusus (ilmu pelet) pada dasarnya berbeda. Ilmu pengasihan umum lebih menekankan pada sugesti diri hingga memunculkan aura gaib yang menyelimuti tubuh sang perapal ilmu pengasihan. Kemudian muncullah aura kharismatik dan inner beauty yang besar hingga membuat orang yang memandang merasa senang, sayang dan kasih.

Sedangkan dalam ilmu Pengasihan Khusus (ilmu Pelet), karena dalam rapal doa/mantranya khusus ditujukan kepada seseorang, maka energi yang terkumpul dari ritual pengasihan ini akan terfokus dan tertuju kepada orang yang jadi sasaran tersebut.

Energi ini bisa berupa Cuma sebatas sugesti, (jenis energi ini jarang suksesnya) tapi ada juga energi dari makhluk halus seperti jin/khodam. Jenis ilmu pengasihan yang bisa menghadirkan energi makhluk halus inilah yang bisa membuat korban (orang yang dipelet) bisa sampai cinta tergila-gila (tidak wajar). Tentu sebabnya sudah jelas, ada makhluk halus yang telah mengambil alih kontrol pikiran sang korban, mendungukan kesadarannya. Hingga tidak bisa menolak bila diminta, dan tidak bisa marah walau sebelumnya punya rasa benci setengah mati.

Jadi bila ingin mempelajari ilmu pengasihan tinggal pilih jenisnya.

Teringat pesan salah seorang mendiang Guru spiritual kepada saya. Beliau berkata sebagus-bagus ilmu yang diamalkan oleh seorang pemuda adalah ilmu pengasihan. Bukan ilmu kanuragan, bukan ilmu kekebalan, bukan pula ilmu Gaib (trawangan dsb). Ilmu pengasihan adalah bekal yang lebih bermanfaat dibanding ilmu-ilmu ghaib lainnya dalam mengarungi kehidupan anak muda dijaman modern ini. Disini yang beliau maksud adalah Ilmu Pengasihan yang bersifat umum.

Awalnya saya kurang setuju, karena background saya sebelumnya berawal dari ilmu-ilmu kanuragan semacam Tenaga Dalam. Layaknya anak muda penginnya yang jaduk, ilmu aliran keras. Namun ternyata apa yang beliau katakan itu banyak benarnya. Di jaman sekarang ilmu kanuragan tidak banyak gunanya lagi, tak seperti jaman perang dulu.

Seseorang yang membekali dirinya dengan ilmu pengasihan lebih mudah sukses dalam kehidupannya. Karena akan lebih dikasihi banyak orang, diterima dimana saja, mudah bergaul jadi banyak teman dan saudara, cepat dapat pasangan, diperlakukan baik oleh siapa saja apalagi oleh calon mertua atau atasan/boss, mudah dipercaya teman/relasi/konsumen/klien, mudah cari kerja, mudah tembus tes wawancara pekerjaan dan akhirnya rejekipun jadi lancar, ibarat air sungai yang mengalir tanpa ada hambatan yang berarti.


PUASA WETON


Dalam bahasa Jawa “Weton” berasal dari kata dasar “Wetu” yang bermakna “keluar” atau lahir. Kemudian mendapat akhiran –an yang membentuknya menjadi kata benda. Yang disebut dengan weton adalah gabungan antara hari dan pasaran saat bayi dilahirkan kedunia. Misalnya Senin Pon, Rabu Wage, Jumat Legi atau lainnya.Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon adalah nama-nama pasaran (untuk lebih jelasnya anda bisa menyimak di artikel Kajian Hari).

Jadi pengertian Puasa Weton adalah puasa yang dilakukan pada hari kelahiran berdasarkan perhitungan kalender Jawa yang berputar selama 35 hari. Artinya diperingati setiap 35 hari sekali. Berbeda dengan acara ulang tahun yang diperingati setahun sekali.

Amalan Puasa Weton merupakan ajaran mulia dari para leluhur, guna menghayati dan menghargai kelahirannya diri kita ke alam dunia ini. Falsafah sederhana puasa weton ini adalah hari lahir merupakan kehendak Tuhan dalam hidup kita. Jadi pada hari tersebut, kembali kita mengingat kasih Tuhan yang begitu besar dalam hidup kita. Dengan harapan, agar kita ingat bahwa lahirnya manusia dimuka bumi ini membawa kodrat. Kalau dalam istilah Quran, diturunkannya manusia dimuka bumi ini adalah sebagai khalifah / pemimpin (Al-Baqarah: 30).

Layaknya sebagai seorang khalifah adalah membawa berkah dan rahmat bagi alam semesta. Bukan untuk merusak apalagi membinasakan alam atau sesama manusia.

Setiap diri yang selalu ingat kepada kodratnya ini maka akan menjadi pribadi-pribadi yang mulia, bijaksana dan penuh kasih sayang kepada sesama dan seluruh alam. Maka kehidupannya akan senantiasa dalam lindungan dan penjagaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Amalan puasa Weton memang tidak ada tuntunan langsung dari Rasulullah. Sebab ini adalah salah satu cara para leluhur Jawa berpuasa. Tidak ada hubungan dengan aliran agama tertentu. Jadi boleh diamalkan oleh semua orang, apapun agama dan keyakinannya. Walaupun demikian sesungguhnya amalan ini tersirat dari perilaku puasa Rasulullah Muhammad SAW. Anda bisa simak hadist tentang puasa Sunah Senin-Kamis. Seperti hadist berikut ini.

Nabi ditanya tentang puasa hari Senin lalu beliau menjawab, “Itu adalah hari dimana aku dilahirkan, dan hari dimana aku diutuskan sebagai Nabi, atau dimana diturunkannya wahyu pertama padaku”. (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i, sanadnya shahih).

Dari Hadist tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dalam Islam boleh hukumnya mengkhususkan ibadah pada hari tertentu yang dianggap memiliki arti istimewa (baik). Juga diperbolehkan memperingati hari lahir dengan berpuasa. Atau beribadah sunnat lainnya karena ittiba’ (mengikuti) kepada Nabi SAW saat hari kelahirannya. Dan ini tidak termasuk kategory bid’ah yang dilarang seperti yang sering dituduhkan segelintir golongan umat Islam yang mengaku-aku pengikut sunnah.

Ritual Weton

Dalam kaitannya dengan weton, orang Jawa memiliki tradisi yang disebut “selapanan”, yaitu memperingati weton kelahiran, yang berputar selama 35 hari itu dengan melakukan lelaku prihatin. Misalnya dengan lelaku berpuasa “ngapit”, mutih, melek (tidak tidur) dan menyediakan sesaji sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan YME.

Yang dimaksud dengan Puasa Ngapit adalah berpuasa 3 hari, yaitu pada hari weton, ditambah 1 hari sebelum dan sehari sesudahnya. Ada pula yang cukup dengan ritual Mutih, yaitu selama beberapa hari hanya makan nasi putih dan air putih tawar saja tanpa puasa, jadi boleh makan-minum kapan saja. Ada juga lelaku puasa 3 hari sebelum hari weton, 5 hari sebelum weton dan berbagai jenis cara puasa lainnya.

Adapula ritual melek (tidak tidur) selama 24 jam yang dimulai dari saat Matahari terbenam saat masuk hari wetonnya. Dan diakhiri ketika matahari terbenam dihari wetonnya. Sambil menghidangkan sesaji berupa variasi 4 warna bubur dan sesaji lainnya yang memiliki arti simbolik yang luhur.

Dan masih ada berbagai macam jenis tatacara ritual lainnya yang berkembang di masyarakat dalam rangka memperingati Weton Kelahiran ini. Walaupun tatacara berbeda-beda tetapi intinya sama yaitu sebagai bentuk lelaku prihatin (riyadhoh). Acara ini sangat jauh berbeda dengan acara ulang tahun jaman sekarang, yang cenderung bernuansa hura-hura bahkan suka cita yang berlebihan dan mengumbar perbuatan asusila.

Adanya perbedaan amalan-amalan lelaku dalam memperingati weton tidak perlu diperdebatkan. Sebab tatacara lelaku dan amalan sangat bergantung dengan kondisi diri dan adat yang berkembang di masyarakat.

Bagi mereka yang tinggal di desa nan asri masih banyak berbagai macam pepohonan hijau dan sungai yang bersih, dalam memperingati weton akan membuat berbagai macam sesaji berupa lauk-pauk hasil dari sawah ladangnya. Seperti nasi golong, daun jati, ikan teri, dan lain sebagainya. Tentu saja mereka tidak merasa kesulitan untuk mendapatkan semua bahan-bahan sesaji tersebut. Tetapi bagi masyakarat kota, yang tinggal di wilayah yang dikelilingi gedung-gedung beton, jarang ada pepohonan, sungai-sungai yang mengalir pun telah tercemar limbah, tiada lagi ikan yang hidup. Akan kesulitan bila untuk memperingati weton sebagaimana tradisi di pedesaan, setiap 35 hari sekali harus menyediakan berbagai macam sesaji dari alam. Maka biasanya tatacara memperingati weton ini setiap kaum adat masyakarat bisa berbeda-beda.

Begitu pula dengan tata amalan Puasa. Bagi mereka yang kehidupannya sudah dilonggarkan dari urusan duniawi akan lebih ringan dalam menjalankan puasa berhari-hari atau ritual tidak tidur semalam suntuk. Namun bagi mereka yang setiap hari masih harus bekerja keras untuk menghidupi keluarga, anak-istri, akan sangat susah untuk melakukan puasa berhari-hari semacam itu. Sementara ia harus dituntut produktifitas kerja yang tinggi bila tidak ingin dipecat dan kehilangan pekerjaan atau mata pencahariannya. Maka amalan puasa weton pun bervariasi, disesuaikan dengan kondisi diri sang pengamalnya. Yang penting tidak meninggalkan makna yang sebenarnya dari ritual weton.

Di kalangan masyarakat muslim dan pesantren, puasa weton ini biasanya dilakukan lebih dari 1 hari, ini untuk memberi solusi bagi mereka yang wetonnya jatuh pada hari-hari yang dilarang berpuasa di hari-hari tertentu seperti hari Jumat tanpa disertai puasa hari yang lain (Al Hadist). Dan itu sah-sah saja. Tidak ada sesepuh yang melarangnya. Selama suatu tradisi membawa manfaat baik, memang harus dilestarikan.

Di Sanggar Rasa Sejati, kami telah memberikan tuntunan puasa weton. Bisa anda simak di halaman Amalan Anti Sihir. Bisa diamalkan oleh siapa saja. Untuk saudara yang nonmuslim, lafal doa mantra Keselamatan bisa diganti sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Bagi yang dulu pernah membaca, silahkan disimak kembali karena kami telah update, karena dari penjelasan terdahulu ternyata masih banyak saudara-saudara yang masih bingung. Semoga tatacara yang sekarang bisa lebih dimengerti.

Manfaat Ritual Weton

Dari penghayatan dan pengamalan ritual weton yang luhur ini tentu akan membawa dampak baik bagi para pengamalnya. Antara lain :
Sebagai tanda syukur kepada Tuhan YME dan rasa terimakasih kepada kedua orang tua. Meningkatkan iman kepada Tuhan, dan berbakti kepada orang tua.
Sebagai salah satu momen untuk berintropeksi diri, ingat kembali kepada kodrat dan tugas sebagai manusia di muka bumi.
Kembali mengenal setiap unsur yang menyertai diri manusia hidup dimuka bumi ini, yaitu para Sedulur Sejati. Ada pula yang mengartikan Sedulur Papat Kalimo Pancer.
InsyaAllah, dari pengalaman telah terbukti dapat membawa dampak baik bagi kerejekian para pengamalnya. Akan membuka pintu rejeki yang luas dari segala penjuru mata angin.
Diberikan keselamatan dari segala macam bahaya yang nyata maupun magis (sihir).
Dan berbagai manfaat positif lainnya sesuai dengan penghayatan yang bisa dicapai oleh para pengamalnya.
Semua bisa terjadi bila semata-mata ada rahmat dari Tuhan Yang Maha Welas Asih.

Demikian tentang kajian Puasa weton. Semoga bermanfaat.


KAJIAN RAHASIA HARI


Kajian kali ini akan membahas tentang rahasia hari. Tentu saja kajian ini yang akan dibahas adalah yang berkaitan dengan bidang yang kita geluti yaitu ilmu hikmah. Bukan dikaji secara mendetail dari sisi ilmiah (sains). Walaupun tetap memakai dasar ilmu alam (sains).

Dengan mempelajari “Kajian Rahasia Hari” kita akan mengetahui rahasia-rahasia dibalik pemakaian hari dalam sebuah ritual amalan ilmu hikmah. Khususnya Aji mantra Jawa, sebab latar belakang pengetahuan saya adalah mistik budaya Jawa. Bahkan dengan dasar kajian ini bisa sampai digunakan untuk mengenali watak seseorang berdasarkan hari kelahirannya.

Mungkin pernah terbesit rasa ingin tahu dalam benak anda: mengapa amalan ilmu A dimulai hari Senin, Amalan ilmu B diawali hari Selasa dan lain sebagainya.

Penentuan hari dalam suatu ritual atau amalan ilmu memiliki dasar alasan. Para leluhur dan pinisepuh ilmu kebatinan tidaklah sembarangan dalam memberi tuntunan ilmu. Walaupun terkadang sulit diterima nalar, tetapi setidaknya selalu memiliki dasar alasan.

Seperti yang pernah saya katakan dalam artikel “Rahasia di balik Rahasia”. Bahwa: Tak semua Guru paham, tak semua murid mengerti, tak semua pengamal ilmu tahu. Hanya mereka yang senantiasa mengikuti petunjuk Maha Guru, memurnikan tuntunan ilmunya tanpa dicampuri angan dan keinginan (merubah-ubah) yang akan mengerti Rahasia dibalik tuntunan ilmu. Diantaranya adalah “Rahasia Hari”



Pergerakan Alam

Dalam pandangan ahli ilmu hikmah setiap fenomena alam memiliki rahasia dan akan mencerminkan watak (karakter) tersendiri. Termasuk fenomena perubahan “hari” dalam sistem penanggalan. Mengapa bisa demikian? Dikarenakan gerakan bumi tidak pernah berhenti, maka setiap detik posisinya berubah. Untuk kembali pada posisi yang sama, membutuhkan siklus waktu tertentu. Sirklus jam, sirklus hari, bulan, tahun, pasaran (Legi, Pon dsb), Wuku dan lain sebagainya. Pada intinya setiap siklus berhubungan dengan posisi orbit bumi.

Dengan latar belakang tersebut, maka kelahiran manusia dan kejadian di alam semesta ini (misalnya musim) dengan sendirinya akan menempati salah satu siklus diantara siklus-siklus yang ada. Misalnya manusia yang dilahirkan pada hari Senin, akan masuk ke dalam siklus Senin yang telah dihuni oleh banyak orang sebelumnya, yang lahir pada hari yang sama. Oleh karena itu secara umum mereka menjadi satu wadah yang bernama siklus. Maka berdasarkan ‘Ilmu Titen’ atau ilmu hasil dari mengenali / mengamati dan terus berlangsung turun-temurun, watak seseorang atau pergerakan alam secara garis besar dapat dikenali bahkan diprediksi.



Sirklus Jam


Hari dalam bahasa Jawa disebut “dina” (dino). Sebagaimana telah kita ketahui bahwa satu hari adalah sebuah unit waktu yang diperlukan bumi untuk berotasi (berputar) pada porosnya sendiri. Unit waktu ini bisa berupa detik, menit ataupun jam. Jaman sekarang 1 hari = 24 jam, atau jika dihitung dalam menit, 1 hari = 1440 menit. Jika dihitung dalam detik, 1 hari = 86400 detik.

Jadi Bumi membutuhkan waktu 24 jam untuk sekali berputar pada porosnya. Akibat rotasi ini terjadilah fenomena siang dan malam. Dimana bagian sisi bumi yang menghadap Matahari mengalami masa Siang (terang), sedangkan bagian sisi bumi yang membelakangi Matahari mengalami masa Malam (gelap).

Jutaan tahun yang lalu 1 hari tidak berlangsung lama seperti sekarang ini (24 jam) mungkin hanya 18 jam saja. Penyebabnya karena Rotasi bumi ketika itu berlangsung lebih cepat. Sebab jarak Bulan (Moon) dengan Bumi lebih dekat daripada jarak sekarang. Begitu pula sebaliknya, dimasa yang akan datang (jutaan tahun lagi) 1 hari bisa berlangsung semakin lama, hingga 30 jam. Sebab jarak Bumi dan Bulan semakin menjauh, akibatnya bumi berrotasi lebih lambat. Setiap fenomena alam yang terjadi akan membawa dampak pengaruh bagi penghuni alam khususnya manusia.



Sirklus Tujuh Hari = seminggu

Mencari tahu asal muasal “1 minggu = 7 hari” tidaklah mudah. Cukup sulit mencari kebenaran teori dibalik penentuan “1 minggu = 7 hari”. Banyak teori yang berbeda-beda bahkan saling berseberangan. Ada yang berdasar ajaran agama (kitab suci), Mitos Dewa-dewa penguasa 7 planet, praktek perhitungan geometri primitif dan lain sebagainya.

Tetapi perlu diketahui bahwa tidak semua bangsa meyakini “1 minggu” terdiri dari 7 hari. Misalnya, orang Mesir kuno memakai hitungan 1 minggu = 10 hari. Kalender Maya memakai 13 dan 20 hari dalam seminggu. Orang Lithuania memakai 9 hari dalam seminggu, dan lain sebagainya. Lalu bagaimana dengan siklus hari dalam budaya Jawa?

Sirklus Hari dalam penanggalan Jawa.

Sedangkan dalam budaya Jawa, sistem sirklus hari ada bermacam-macam. Sebenarnya jaman dahulu orang Jawa kuno mengenal 10 jenis minggu. Dari seminggu yang jumlahnya hanya satu hari, hingga Seminggu yang jumlah harinya terdapat 10 hari. Nama macam-macam minggu tersebut adalah Ekawara, Dwiwara, Triwara, Caturwara, Pancawara, Sadwara, Saptawara, Hastawara, Nawawara dan Dasawara.

Untuk lebih jelasnya perhatikan perumusan tata penanggalan Jawa sebagai berikut :
Perhitungan hari dengan siklus 5 harian disebut sebagai Pancawara – Pasaran. (Artinya dalam 1 minggu (Pancawara) hanya ada 5 hari)
Perhitungan hari dengan siklus 6 harian disebut Sadwara – Paringkelan.
Perhitungan hari dengan siklus 7 harian disebut Saptawara – Padinan.
Perhitungan hari dengan siklus 8 harian disebut Hastawara – Padewan
Perhitungan hari dengan siklus 9 harian disebut Sangawara – Padangon
Perhitungan hari dengan siklus mingguan (7 hari) terdiri 30 minggu disebut Wuku.

Namun jaman sekarang yang biasa dipakai hanya 2 jenis minggu saja, yaitu Pancawara (pasaran) dan Saptawara (Padinan). Misalnya Senin Legi, Selasa Pahing dan seterusnya. Perubahan penanggalan Jawa ini terjadi masa pemerintahan Sultan Agung Prabu Hanyakrakusumo di Kerajaan Mataram Islam Jawa Tengah. Saptawara dipakai karena dinilai universal (sirklus 7 hari). Sedangkan Pancawara tetap dipakai karena melambangkan jati diri manusia Jawa yang berbudaya.

Dalam kajian kali ini kita hanya akan membahas Perhitungan hari dengan siklus 7 hari. Atau dalam bahasa Jawa disebut Saptawara (Padinan) dan Sirklus 5 hari (Pancawara).

Dalam kitab Primbon, dijelaskan orang Jawa percaya bahwa hitungan 7 hari dalam seminggu bermula ketika Tuhan menciptakan alam semesta ini dalam 7 tahap. Dimana tahap pertama diawali hari Ahad (Minggu).
Pertama, Ketika Tuhan memiliki kehendak ingin menciptakan dunia. Kehendak Tuhan ini lalu disimbolkan dengan MATAHARI yang bersinar sebagai sumber kehidupan.
Kedua, ketika Tuhan menurunkan kekuatanNYA untuk menciptakan dunia. Kekuatan Tuhan itu lalu disimbolkan dengan BULAN yang bercahaya tanpa menyilaukan.
Ketiga, Ketika kekuatan Tuhan tadi mulai menyebarkan percik-percik sinar Tuhan. Percik sinar Tuhan itu lalu disimbolkan dengan API yang berpijar.
Keempat, Ketika Tuhan menciptakan dimensi ruang untuk wadah alam semesta. Dimensi ruang itu lalu disimbolkan dengan BUMI menjadi tempat makhluk hidup.
Kelima, Ketika tuhan menciptakan panas yang menyalakan kehidupan. Panas yang menyala itu lalu disimbongkan dengan ANGIN yang bergerak dan petir yang menyambar.
Keenam, Ketika tuhan menciptakan air yang dingin. Air yang dingin itu lalu disimbolkan dengan BINTANG yang mirip titik-titik air yang menyejukan.
Ketujuh, Ketika Tuhan menciptakan unsur materi kasar sebagai dasar pembentuk kehidupan. Materi kasar itu lalu disimbolkan dengan AIR sebagai sumber kehidupan.

Perlu dipahami bahwa penyebutan elemen (anasir) ini hanyalah sebagai simbol. Bukan merupakan urutan kejadian alam semesta itu sendiri. Simbol inilah yang nantinya digunakan dalam mengenali watak (karakter) hari.

Arti Nama Hari

Dalam penyebutan nama-nama hari disetiap bangsa juga memiliki perbedaan. Dan tentu saja memiliki makna dan alasan tersendiri. Sedangkan nama hari dalam penanggalan Jawa sejak masa pemerintahan Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyakrakusuma di Kerajaan Mataram Islam memakai istilah Arab yang sudah dilafalkan dalam lidah Jawa. Sebelumnya nama hari masih memakai istilah Jawa kuno yaitu :

Nama Hari Siklus 7 hari, Saptawara = Padinan:
Radite = Akad
Soma = Senen
Anggara = Slasa
Budha= Rebo
Respati = Kemis
Sukra = Jemuwah
Tumpak/Saniscara = Setu



Asal kata dan Arti nama Hari (Padinan)
Akad (minggu), berasal dari kata Arab “ahad”, yang berarti hari pertama.
Senen (Senin), berasal dari kata Arab “istnain”, yang berarti hari kedua.
Slasa (Selasa), berasal dari kata Arab “tsalatsah”, yang berarti hari ketiga.
Rebo (Rabu), berasal dari kata Arab “arba’ah”, yang berarti hari keempat.
Kemis (Kamis), berasal dari kata Arab “khamsah”, yang berarti hari kelima,
Jemuwah (Jum’at), berasal dari kata Arab “jumu’ah”, yang berarti hari untuk berkumpul,
Setu (Sabtu), berasal dari kata Arab “sab’ah” (sabat), yang berarti hari ketujuh.

Jelas bahwa nama-nama hari yang sampai sekarang digunakan itu (Senin, Selasa dst) merupakan perpaduan peradaban Islam dan kebudayaan Jawa. Dipakai sejak pergantian Kalender Jawa asli (Tahun SAKA) menjadi kalender Jawa Sultan Agung (Anno Javanico – Tahun AJ). Pergantian kalender itu mulai 1 Sura, tahun Alip 1555. Yang jatuh pada tanggal 1 Muharam 1042. Atau bertepatan dengan kalender Masehi 8 Juli 1633. Angka tahun AJ itu meneruskan angka tahun Saka yang waktu itu sampai tahun 1554, sejak itu tahun Saka tidak dipakai lagi di Jawa, tetapi hingga kini masih digunakan di Bali.

Tahun Jawa dan tahun Islam (hijriyah) adalah penanggalan Qomariyah atau sistem Lunar (bulan) yang mengikuti peredaran bulan kepada bumi. Maka perhitungan hari pun dimulai pada senja hari, saat awal munculnya rembulan malam atau saat Maghrib.

Sedangkan tahun Masehi dan tahun Saka Hindu adalah penanggalan Syamsiyah atau sistem solar (Matahari) yang mengikuti peredaran bumi terhadap Matahari. Pergantian hari dalam penanggalan Masehi yang dimulai pada pukul 12 malam.

Untuk diketahui, dalam amalan ilmu-ilmu Rasa Sejati ini juga memakai penanggalan Jawa & Islam yaitu memakai sistem Lunar (bulan), perhitungan hari dimulai saat Maghrib.


KAJIAN RITUAL PANTANG NASI


Ritual pantang nasi biasanya dilakukan apabila seseorang hendak mencapai tingkatan kehidupan yang diinginkan, atau sedang memiliki hajat yang sangat penting, mendesak dan menginginkan keberhasilan tanpa takut gagal. Orang Jawa beranggapan perlunya sebuah lelaku prihatin bila menginginkan sesuatu agar dapat berhasil dengan baik dan selamat. Salah satu jenis lelakunya adalah ritual pantang nasi.

Pengertian ritual pantang nasi yang sebenarnya adalah ritual yang berpantangan “wohing dhamen” (hasil yang keluar dari tanaman jerami), maksudnya menghindari makanan dari padi, ketan dan gandum. Jadi selama ritual yang boleh dimakan hanyalah buah-buahan dan sayuran. Adapun tentang daging, telur dan susu (yang keluar dari hewan) dinilai tetap diperbolehkan untuk dimakan namun dalam batas yang sangat sedikit. Dan ritual ini tanpa disertai puasa, artinya boleh makan-minum kapan saja.

Hakekat ritual pantang nasi adalah pengekangan diri untuk tidak bermegah-megahan, hidup rendah hati dan bersahaja. Sebagaimana kita ketahui bahwa tanaman padi, ketan dan gandum adalah jenis tanaman yang membutuhkan pemuliaan untuk dapat panen. Mulai dari awal pembajakan tanah, pengaturan irigasi, penyemaian benih, perawatan harian & berkala sampai akhirnya pemanenan, tanaman tersebut selalu mendapatkan perlakukan khusus dan istimewa. Oleh sebab itu ritual menghindari wohing dhamendimaksudkan agar dapat menyugestikan diri untuk lebih hidup bersahaja dan tidak berlebih-lebihan.

Dalam budaya Cina, orang Cina melakukan lelaku dengan tidak makan nasi, hanya makan bubur sebelum mencapai kesuksesan. Walaupun sebenarnya bisa jadi itu sama saja masih berbahan beras (hehe..) tapi bubur memang banyak macamnya tak hanya berasal dari beras. Pada intinya dalam ajaran budaya Jawa maupun Cina menekankan bahwa saat meniti jalan kesuksesan kita harus mampu menahan diri untuk tidak bersenang-senang secara berlebihan dan tidak mudah tergoda untuk segera “menikmati hasil”. Dalam ilmunya Robert Kiyosaki, kita tidak boleh tergoda untuk memiliki Liabilitas, sebelum Asset kita benar-benar bekerja menghasilkan kekayaan.

Demikian kajian tentang ritual pantang nasi, semoga dengan lebih memahaminya dapat meningkatkan penghayatan anda


SEGALA HAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN GHOIB PASTI ADA KONSEKUENSINYA


Hari itu jam 6 pagi Matahari bersinar cerah, udara juga bersih dan sejuk. Selepas senam Meditasi Prana, saya berniat jalan-jalan pagi. Ketika sedang melintasi ujung gang pertigaan tiba-tiba terlihat pancaran sinar merah dari pohon Matoa depan rumah tetangga. Biasanya itu adalah pancaran sinar dari benda ghaib atau pusaka. Saya tidak tertarik dengan benda ghaib semacam itu apalagi mengambilnya. Saya hiraukan saja dan terus melanjutkan perjalanan pagi itu.


Setelah kembali sampai rumah, sebelum memulai aktivitas kerja sehari-hari, saya sempatkan online untuk sekedar membalas komentar blog ini, bila memang ada. Baru beberapa menit tiba-tiba seorang teman menelpon, suaranya serak-serak, seperti sedang sakit dan gugup. Dia adalah pemilik rumah yang tadi pagi saya melihat sinar merah di pohon Matoa. (Karena alasan menjaga privasi kami rahasiakan nama dan alamat).

Beliau lalu datang ke rumah untuk konsultasi. Setelah bertemu saya dapati memang ada kejanggalan dengan dirinya. Singkat cerita, ia mengeluh bahwa akhir-akhir ini badannya terasa tidak sehat. Lemas dan tidak bertenaga. Bermula sejak ia memungut sebilah keris kecil seukuran kira-kira 20 cm yang dia temukan didepan rumah, samping pohon Metoa pada malam Jumat. Daripada menerka-nerka, saya katakan kepadanya nanti sebelum berangkat kerja saya usahakan bisa mampir untuk melihatnya.

Ternyata Keris tersebut ber-LUK (lekuk) lima dengan ujung pesi berbentuk kepala orang. Ia dapati keris tersebut dalam posisi berdiri tegak, dan saat itu malam Jumat jam 1 malam. Ia pernah berkonsultasi dengan rekannya yang mengerti hal ghaib, menurut rekannya keris tersebut mengandung energi ghoib yang besar dan memiliki tuah untuk kemudahan rejeki. Maka disarankan untuk dirawat, diolesi minyak wangi dan disimpan dengan baik. Tetapi ternyata baru beberapa hari menyimpan keris tersebut efeknya membuat dirinya lemas, lesu dan tidak bergairah hidup.

Saya bertanya kronologis penemuan keris tersebut. Sebab saya merasa ada yang janggal. Ketika menghubungkan kemunculan keris dengan sinar merah yang tadi pagi saya lihat didepan rumahnya itu. Akhirnya dia jujur bercerita bahwa pada malam Jumat itu bersama 4 kawannya sedang ngobrol santai di teras rumah. Lalu seorang rekannya dengan sengaja “memunculkan” benda pusaka dari alam ghaib. Muncullah keris dan beberapa batu. Jadi sebenarnya keris tersebut adalah hasil penarikan dari alam ghaib.

Lalu dengan sejujurnya saya katakan, sebaiknya labuh saja keris tersebut. Labuh adalah melarung / melepas / membuang benda pusaka ke sungai / laut. Sebab keris tersebut beraura panas dan tidak baik untuk dirawat apalagi disimpan.

Tampak ada rasa kecewa dimukanya, seperti tidak rela untuk melarung keris tersebut. Maka saya katakan: “ini hanya pendapat saya, bila Mas tidak percaya juga tidak mengapa. Atau anda ingin berkonsultasi dengan orang lain juga lebih baik. Terserah anda saja.” Setelah berpikir sejenak kemudian ia memutuskan untuk berkonsultasi dengan ahli keris (orang yang mendalami ilmu perkerisan) yang ia lebih percayai.

Ketika melihat keris tersebut sesepuh pun hanya tersenyum kecil. Lalu menyarankan untuk melarungnya saja. Sebab menurut beliau keris tersebut adalah keris tumbal. Maksudnya keris yang sering digunakan sebagai tumbal saat acara pendirian rumah, ruwatan, pembuat jalan atau acara lainnya.

Tentu saja keris jenis ini tidak baik untuk disimpan. Jelas beraura panas dan berefek merugikan. Kalau orang Jawa mengistilahkan “brangasan”. Dan sudah terbukti terasa efeknya terhadap kesehatan pemungutnya.

Dia mengatakan masih bimbang untuk melepaskannya. Merasa tidak enak hati dengan rekan-rekan yang malam itu telah melimpahkan keris tersebut kepadanya. Dan dia telah berjanji bersedia merawatnya. Saya pikir disinilah mulai ada lingkaran setan. Ia telah memasang belengu pada dirinya sendiri, meskipun atas ketidaktahuan.

Akhirnya harus memilih keselamatan diri pribadi atau janji. Ia pun merelakan keris yang didapatnya melalui fenomena supranatural itu untuk dilarung di sungai.

Beberapa hari kemudian ia memberi kabar masih merasakan efek negatif yang menyelimuti dirinya. Bahkan semakin menjadi dan terasa berat tekanan dibadan. Situasi ternyata belum membaik. Pancaran aura merah di pohon Metoa yang pagi itu saya lihat ternyata adalah serangkaian dari ghaib yang turut “tertarik” saat mereka melakukan penarikan keris itu ke dunia materi manusia. Namun belum sempat mewujud dalam bentuk benda. Energi keberadaannya masih bersemanyam di pohon Metoa. Ada 3 ghaib.

Ia meminta saya untuk memindahkan energi ghaib khodam JIN tersebut, tetapi saya menolaknya, saya katakan bahwa ada orang yang lebih berkewajiban melakukannya. Yaitu rekan-rekannya yang kala itu melakukan ‘penarikan’. Berani memulai, harus berani untuk menyelesaikannya pula. Berani bertanggungjawab.

Telah lebih dari 10 hari sejak pengangkatan benda ghaib tersebut, ia masih terus merasakan efek ghoib dibadannya. Membuatnya lemas dan pikiran kacau. Setelah sedikit demi sedikit penyebabnya sudah mulai diatasi, meski belum sembuh total tetapi keadaannya telah lebih baik.

Ini menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua tentang dunia ghaib dan efeknya. Agar mendayagunakan kemampuan ilmu yang dimiliki dengan lebih hati-hati.

Menyimpan dan merawat keris itu boleh saja, tetapi tentunya keris yang memiliki nilai adiluhung tinggi atau memiliki histori (sejarah) yang baik. Bukan dipandang dari bertuah atau tidak. Bukan pula karena hasil tarikan dari alam ghaib. Bukan sembarang keris pungutan. Saya pribadi senang menggeluti mahakarya leluhur yang disebut keris ini. Bukan karena tuah-nya tetapi karena keindahan bentuk keris itu sendirinya. Selama ini saya hanya menyimpan keris yang sudah “dibersihkan” dari unsur-unsur khodam (JIN). Sehingga keris tidak lagi dianggap mistis, klenik, keramat atau dijauhi orang dengan alasan bila menyimpannya dianggap syirik. Tragis bila mahakarya luhur ini pada akhirnya nanti tidak ada anak cucu yang mau menyimpan apalagi melestarikannya, karena alasan klenik dan dianggap syirik.

Padahal pada kenyataannya keris adalah sebuah mahakarya dari para leluhur pada jamannya yang sampai kini nilai seninya telah diakui dunia. Seharusnya ini bisa menjadi suatu kebanggaan bangsa, seperti halnya karya Sastra, Batik, Gamelan (alat musik) dan candi Prambanan, candi Borobudur yang menjulang tinggi nan megah.


Fenomena ghaib memang selalu terlihat memukau dan memikat hati. Tetapi dari dulu kami sering mengatakan agar OJO GUMUNAN (jangan mudah terpukau) oleh fenomena keajaiban ilmu ghaib ini. Serta berhati-hatilah sebab segala sesuatu yang berhubungan dengan ghaib pasti selalu ada konsekuensinya.

Inilah sekelumit cerita kehidupan disekeliling saya beberapa hari ini. Semoga ada hikmah yang bisa dipetik bagi pembaca blog Rasa Sejati. Mohon maaf bila ada tutur kata yang kurang berkenan dihati. Nuwun.


Kunci Sukses Belajar Ilmu Ghoib


Agar suatu kegiatan itu dapat berjalan dengan baik & lancar dan berhasil dengan sukses maka dibutuhkan suatu rencana atau persiapan yang matang. Begitu pula dalam mempelajari ilmu-ilmu hikmah / ilmu keghoiban (Jawa: Ngelmu). Seseorang yang hendak belajar ngelmu tidak boleh tergesa-gesa, supaya tidak terjadi kesimpang siuran (menyimpang/sesat) dan kacau balau (gila). Upaya pertama yang harus dilakukan oleh calon murid adalah kesiapan batin. Dalam hal ini ada baiknya diawali dengan berkonsultasi dengan orang yang telah ahli dalam ilmu gaib dan juga kepada ahli ilmu agama yang diyakininya.

Dalam mempelajari ngelmu dibutuhkan suatu persiapan supaya tahu terapan ilmu batin tersebut. Dengan jalan, memperhatikan dan memahami maknanya. Duduk dengan tenang, penuh kesadaran, pahami apa yang sedang dilakukan. Tentu saja sedang mempersiapkan diri untuk mempelajari suatu ngelmu. Persiapan yang penting untuk belajar ngelmu adalah tahu betul bahwa dirinya telah siap untuk belajar.

Kemudian berkonsentrasi fikiran barulah menelaah fatwa-fatwa ajaran yang tersirat dari ngelmu tersebut. Kalau tidak dapat berkonsentrasi maka akan kacau balaulah akibatnya dan gagallah yang akan didapat. Setelah dapat berkonsentrasi, barulah memulai dengan petunjuk yang utama terdiri dari empat perkara.

Jadi jika disimpulkan syarat keberhasilan bagi yang akan memperdalam suatu ilmu hikmah atau ngelmu adalah sebagai berikut:
Sadar, bahwa dirinya akan mempelajari ngelmu mistik (gaib).
Konsentrasi fikiran, jangan tumpangsuh fikirannya.
Faham arti empat perkara, yaitu:

Mantep, artinya mantap dengan penuh keyakinan untuk mempelajari ilmu tersebut.
Temen, artinya tekun atau bersungguh-sungguh
Gelem nglakoni, artinya mau menjalani, walau apapun yang terjadi tetap menghayati ngelmu tersebut.
Ojo gumunan, artinya jangan mudah heran atau terpukau, terpesona, terhadap keajaiban yang ditimbulkan oleh ngelmu.

Karena bila rasa heran itu timbul / muncul, maka proses ngelmu itupun akan berhenti. Dampak dari gumun (heran) itu adalah hancurnya konsentrasi.



Bila terapan ilmu batiniah itu telah dipahami benar maka sudah saatnya untuk memulai. Dengan bermodalkan ketekunan dan sabar maka ngelmu itu akan berhasil dipelajari.

Renungkan dengan kesungguhan hati, untuk merenungi tuntunan ngelmu ini. Pada titik jenuh, maka akan terbukalah keberadaan.


Rabu, 09 Mei 2012

Macam-macam Puasa Dalam Budaya Spiritual Jawa


1. Mutih
Dalam puasa mutih ini seseorang tidak boleh makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air putih saja. Nasi putihnya pun tidak boleh ditambah apa-apa lagi (seperti gula, garam dll.) jadi betul-betul hanya nasi putih dan air putih saja. Sebelum melakukan puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa harus mandi keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra ini : “niat ingsun mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahir dipun ijabahi gusti allah.” (Saya berniat Mutih, mensucikan badan yang kotor, putih suci seperti bayi yang baru lahir atas perkenan Allah). Dalam Kejawen ritual ini ada 2 jenis,
MUTIH: boleh makan dan minum kapan saja, asal yang dimakan dan diminum nasi putih dan air putih tawar.
PUASA MUTIH : Siang hari tidak boleh makan-minum, layaknya seperti puasa biasa, Buka dan sahur hanya dengan nasi putih dan air putih tawar.
PUASA MUTIH NGEPEL : Sama seperti Puasa Mutih diatas, cuma banyaknya nasi untuk Buka dan Sahur cuma 1 kepal dan 1 gelas air putih tawar.

2. Ngeruh
Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh memakan sayuran atau buah-buahan saja. Tidak diperbolehkan makan daging, ikan, telur, terasi dan sebagainya.

3. Ngebleng
Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang melakoni puasa Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual. Waktu tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh keluar dari kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu lampu atau cahayapun yang menerangi kamar tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada cahaya sedikitpun. Dalam melakoni puasa ini diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang air saja.

4. Pati geni
Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa Ngebleng. Perbedaannya ialah tidak boleh keluar kamar dengan alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali. Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada juga yang melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air maka, harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai pispot atau yang lainnya). Ini adalah mantra puasa patigeni : “niat ingsun patigeni, amateni hawa panas ing badan ingsun, amateni genine napsu angkara murka krana Allah taala”. (Saya berniat Patigeni, memadamkan hawa panas (nafsu) di badan saya, matikan api (hawa) nafsu angkara murka, Karena Allah Yang Maha Esa).


5. Ngelowong
Seseorang yang melakoni puasa Ngelowong dilarang makan dan minum dalam kurun waktu tertentu. Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24 jam). Diperbolehkan keluar rumah.

6. Ngrowot
Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan dari subuh sampai maghrib. Saat sahur seseorang yang melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh makan buah-buahan itu saja! Diperbolehkan untuk memakan buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam puasa ini diperbolehkan untuk tidur.

7. Nganyep
Puasa ini adalah puasa yang hanya memperbolehkan memakan yang tidak ada rasanya. Hampir sama dengan Mutih, perbedaanya makanannya lebih beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai rasa.

8. Ngidang
Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja, dan air putih saja. Selain daripada itu tidak diperbolehkan.

9. Ngepel
Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini mengharuskan seseorang untuk memakan dalam sehari satu kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai dua atau tiga kepal nasi sehari.

10. Ngasrep
Hanya diperbolehkan makan dan minum yang tidak ada rasanya, minumnya hanya diperbolehkan 3 kali saja sehari.

11. Senin-kamis
Puasa ini dilakukan hanya pada hari Senin dan Kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik dengan agama Islam. Karena memang Rasulullah SAW menganjurkannya.

12. Wungon
Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh makan, minum dan tidur selama 24 jam.

13. Tapa Jejeg
Tidak duduk selama 12 jam

14. Lelono
Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12 malam sampai jam 3 subuh (waktu ini dipergunakan sebagai waktu instropeksi diri).

15. Kungkum
Ritual berendam didalam air, seperti sungai, pertemuan 2 sungai, mata air, sendang, telaga dan sebagainya selama waktu tertentu. Hal-hal yang perlu diperhatikan dan Tatacara Tapa Kungkum adalah sebagai beikut :
Memilih tempat yang baik, arus tidak terlalu deras dan tidak terlalu banyak lumpur didasar sungai.
Lingkungan harus sepi, usahakan tidak ada seorang manusiapun disana
Sebelum melaksanakan Kungkum, disarankan untuk melakukan ritual pembersihan (mandi dulu). Ini dilakukan bila ritual kungkum untuk wejangan ilmu.
Dilaksanakan pada malam hari, mulai jam 10, 12 malam atau jam 3 dini hari. Lama sesuai kebutuhan 30 menit, 1 jam sampai 3 jam.
Pada saat akan masuk air baca mantra ini : “ Putih-putih mripatku Sayidina Kilir, Ireng-ireng mripatku Sunan Kali Jaga, Telenging mripatku Kanjeng Nabi Muhammad.”
Masuk kedalam air dengan tanpa pakaian selembarpun dengan posisi bersila (duduk) didalam air dengan kedalaman air setinggi leher atau pundak.
Menghadap melawan arus air.
Pada saat masuk air, mata harus tertutup dan tangan disilangkan di dada.
Mulai Meditasi, Nafas teratur, konsentrasi fikiran dan hayati.
Tidak boleh tertidur selama Kungkum.
Tidak boleh banyak bergerak yang tidak perlu.
Kungkum dilakukan selama 3 atau 7 malam berturut-turut.

16. Ngalong
Tapa ini dilakukan dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki diatas (sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan dengan kaki yang menggantung di dahan pohon dan posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar). Pada saat menggantung dilarang banyak bergerak. Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi dengan puasa Ngrowot.

17. Ngeluwang
Tapa Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu pekuburan atau tempat yang sangat sepi. Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan bagi orang-orang awam dan membutuhkan keberanian yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya penglihatan gaib dan menghilangkan sesuatu. Setelah seseorang selesai dari tapa ini, biasanya keluar dari kubur maka akan melihat hal-hal yang mengerikan (seperti arwah gentayangan, jin dan lain sebagainya). Sebelum masuk kekubur, disarankan baca mantra ini :
“ Niat ingsun Ngeluwang, anutupi badan kang bolong siro mara siro mati, kang ganggu marang jiwa ingsun, lebur kaya dene banyu krana Allah Ta’ala.” (Saya berniat Ngeluwang, menutupi badan yang berlubang (9), siapapun yang datang, mati! yang mengganggu jiwaku akan melebur seperti Air! Karena Allah Yang Maha Esa).


JAGAD CILIK & JAGAD GEDE


Menurut ilmu Geologi (ilmu yang mempelajari kulit bumi) proses terbentuknya bumi ini kira-kira 250.000 juta tahun. Dari rentang waktu yang begitu lama dari jaman ketika manusia belum bisa disebut manusia hingga kini, alam telah memberikan konstribusi yang begitu besar bagi peradaban manusia, begitu pula sebaliknya.

Sebenarnya manusia hanyalah barang sepele. Ia hanya sebentuk sosok yang sangat tergantung pada fungsi fikirannya.

Ketika peradaban dimulai, pada jaman Nabi Adam as, manusia telah mempunyai keyakinan adanya kekuatan besar diluar kekuatan manusia. Kekuatan yang maha dahsyat yang menguasai segalanya. Disamping menyakini adanya penguasa tunggal (Tuhan) ada pula kepercayaan akan adanya kekuatan kedahsyatan alam. Seperti gunung, matahari, bulan, laut, batu besar, binatang dan sebagainya. Yang apabila dapat menyanjungnya niscaya kekuatan besar tersebut akan baik pula kepada manusia. Maka mulailah sebagian manusia memuja dan menyembah segala sesuatu yang berbentuk besar dan dahsyat. Kepercayaan seperti ini disebut Dinamisme.

Selain itu, berkembang pula, seiring dengan berkembangnya fungsi fikiran / pola fikir manusia yaitu adanya kepercayaan menyembah Roh penguasa, roh nenek moyang (leluhur). Kepercayaan ini disebut Animisme.

Hingga kini budaya menyembah kekuatan alam dan roh leluhur itu masih ada.

Disinilah terjadi adanya hubungan antara manusia dengan alam. Secara fisikal, contoh hubungan manusia dengan alam adalah diwujudkan dalam pernafasan (prana). Bahwa manusia membutuhkan hawa untuk hidup, tanpanya manusia akan mati. Sedangkan hawa berasal dari alam. Maka terus menerus antara manusia dan alam saling berhubungan.

Sesungguhnya manusia merupakan perwujudan kecil dari dunia. Manusia adalah miniatur alam semesta. Apa yang terdapat didunia ini sesungguhnya ada di dalam diri manusia. Alam semesta yang mempunyai pusat-pusat energi, dalam tubuh manusia pun terdapat pusat-pusat energi. Unsur-unsur yang terdapat didalam alam, ada dalam diri manusia. Zat yang terkandung dalam tubuh manusia berasal dari zat yang terdapat di alam. Mengandung unsur-unsur yang berasal dari tanah, air, udara, tumbuhan dan sinar matahari.

Maka manusia disebut sebagai alam kecil : jagad cilik : bawana alit : microkosmos. Sedangkan alam disebut sebagai alam raya (semesta) : jagad gede : bawana ageng : macrokosmos.

Pada hakekatnya manusia digambarkan lebih besar dari jagad raya. Karena apa yang terlihat besar dan menakutkan itu sebenarnya dapat masuk kedalam diri manusia.

Antara jagad cilik dan jagad gede, terdapat saling keterkaitan. Kehidupan manusia akan dipengaruhi oleh alam dan kehidupan alam juga akan terpengaruh dengan keberadaan manusia. Jelas bahwa kita tidak bisa hidup tanpa makanan, air, udara dan matahari. Begitu pula alam. Manusia dalam pandangan alam menjadi sebuah pedang bermata dua. Artinya manusia dapat menjadi faktor kelangsungan ; kelestarian hidup alam, yang akhirnya alampun memberikan kelestarian hidup bagi manusia. Namun manusia juga bisa menjadi penyebab kerusakan / kemusnahan alam. Terjadinya perang contohnya.

Ribuan binatang, tumbuhan dan ekosistem alam musnah akibat senjata perang dan kemajuan teknologi manusia dengan alat-alat modernnya yang tidak ramah lingkungan. Dalam perang, manusia saling bunuh cuma untuk memperluas wilayah ataupun melindungi wilayah kekuasaannya.

Merampas ataupun melindungi alam dengan cara saling menghilangkan nyawa tetap belum bisa disebut kebajikan.

“…apabila ada dua orang saling bertikai hingga menyebabkan kematian, sesungguhnya keduanya, baik yang membunuh maupun yang dibunuh akan masuk neraka” (hadist Nabi Muhammad).

Mengapa demikian? Jika yang membunuh masuk neraka itu wajar tapi kok yang dibunuh..?? Karena sesungguhnya keduanya mempunyai nafsu untuk membunuh satu dengan yang lain. Membunuh atau dibunuh.

Dengan memahami dan tahu arti jagad cilik dan jagad gede merupakan suatu upaya untuk mendekatkan manusia kepada kenyataan, kepada berfikir tentang hidup dan tahu bagaimana menghargai kehidupan ini.

Agar manusia faham akan dirinya. Faham akan makna hidupnya, agar tidak menyia-nyiakan hidupnya untuk berbuat yang bukan-bukan. Jangan sampai membuat kesalahan dan menghancurkan lingkungan. Rusaknya lingkungan hidup maka rusak pula dalam dirinya sendiri.

Hidup memang keras, penuh cobaan dan ujian, banyak rintangan dan godaan, penuh dengan batu terjal dan karang tajam yang tiada henti-hentinya mengetuk pintu kesadaran. Seperti menusuk dan menghentak-hentak jiwa kita dalam gejolak ingin tahu tentang apa yang akan terjadi hari ini, hari esok dan yang akan datang. Tetapi siapa yang menduga dalamnya samudera kehidupan, ganasnya badai cobaan dan lembutnya angin Ilahi yang menyejukan hati.

Begitulah gambaran hidup, bagai seorang pelaut yang mengarungi samudera luas. Semuanya datang dengan tidak terduga. Namun bagi yang telah memahami rahasia kehidupan, semua kejadian tidak akan mengejutkannya lagi. Walaupun yang akan terjadi pastilah terjadi. Karena semua yang akan terjadi sudah dapat dibaca tanda-tandanya. Seperti akan datangnya badai dilautan, pelaut yang berpengalaman sudah dapat menduga sebelumnya. Dengan membaca keadaan awan serta laju bertiupnya angin.

Begitu juga dengan kehidupan, manusia yang telah memahami rahasia kehidupan yang disebut Jagad besar dan jagad cilik, semua kejadian tidak akan mengherankannya lagi. Dan setelah memahami akan arti semua rahasia kehidupan itu, tidaklah nanti kita akan lari dari kenyataan. Tidak boleh mengingkari kebenaran. Harus menerima apa adanya, yang bisa dilakukan hanya berupa mengurangi bencana, bukan membiarkan badai taufan (cobaan/ujian/bencana) menghancurkan perahu kehidupannya.

Karena apapun yang terjadi didunia atau pada manusia itu sudah menjadi kehendak Tuhan. Walaupun begitu manusia diwajibkan berusaha untuk menghadapi berbagai benturan-benturan badai kehidupan. Tuhan tidak akan merubah nasib seseorang kalau orang itu sendiri tidak mau berusaha merubahnya.

Maka agar selamat dalam mengarungi samudera kehidupan ini, manusia harus bersekutu dengan Tuhan (taqwa). Melalui cara-cara / tuntunan yang telah dibentangkan oleh Tuhan untuk manusia. Seperti pelaut yang mempelajari rahasia alam dilautan, untuk menaklukan badai taufan. Bahkan setelah mampu mengenal air laut lebih dekat lagi. Gelombang besar yang bergulung-gulung itu dapat dimanfaatkan untuk senang-senang, seperti bermain ‘selancar angin’. Gelombang setinggi bukit itu tidak lagi mengerikan tetapi menyenangkan.

Paduannya adalah ketelitian, mengamati gerak kehidupan. Mengendapkan segala peristiwa kedalam sadar yang hakiki. Dengan ketenangan jiwa dan menyingkirkan segala syak wasangka.

Mengamati kehidupan dengan teliti dan telaten (ulet) mempergunakan kecerdasan dan kecerdikan maka akan bertemu dengan rahasia hidup yang disebut jagad gede dan jagad cilik (manunggaling jagad cilik lan jagad gede). Untuk mencapai kewaspadaan batin; dapat mengetahui apapun yang bakal terjadi (weruh sadurunge winarah).


Halal-Haram Memakai Hizib dan Azimat


Mengamalkan doa-doa, hizib dan memakai azimat pada dasanya tidak lepas dari ikhtiar atau usaha seorang hamba, yang dilakukan dalam bentuk doa kepada Allah SWT. Jadi sebenanya, membaca hizib, dan memakai azimat, tidak lebih sebagai salah satu bentuk doa kepada Allah SWT. Dan Allah SWT sangat menganjurkan seorang hamba untuk berdoa kepada-Nya. Allah SWT berfirman:

اُدْعُوْنِيْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Berdoalah kamu, niscaya Aku akan mengabulkannya untukmu”. (QS al-Mu’min: 60)

Ada beberapa dalil dari hadits Nabi yang menjelaskan kebolehan ini. Diantaranya adalah:

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ الأشْجَعِي، قَالَ:” كُنَّا نَرْقِيْ فِيْ
الجَاهِلِيَّةِ، فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ كَيْفَ تَرَى فِي ذَلِكَ؟
فَقَالَ: اعْرِضُوْا عَلَيّ رُقَاكُمْ، لَا بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ
يَكُنْ فِيْهِ شِرْكٌ

Dari Auf bin Malik al-Asja’i, ia meriwayatkan bahwa pada zaman Jahiliyah, kita selalu membuat azimat (dan semacamnya). Lalu kami bertanya kepada Rasulullah, bagaimana pendapatmu (ya Rasul) tentang hal itu. Rasul menjawab, ”Coba tunjukkan azimatmu itu padaku. Membuat azimat tidak apa-apa selama di dalamnya tidak terkandung kesyirikan.” (HR Muslim [4079]).


Dalam At-Thibb an-Nabawi, al-Hafizh al-Dzahabi menyitir sebuah hadits:

Dari Abdullah bin Umar, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda,

”Apabila salah satu di antara kamu bangun tidur, maka bacalah (bacaan yang artinya): Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah SWT yang sempurna dari kemurkaan dan siksaan-Nya, dari perbuatan jelek yang dilakukan hamba-Nya, dari godaan syetan serta dari kedatangannya padaku. Maka syetan itu tidak akan dapat membahayakan orang tersebut.”

Abdullah bin Umar mengajarkan bacaan tersebut kepada anak­anaknya yang baligh. Sedangkan yang belum baligh, ia menulisnya pada secarik kertas, kemudian digantungkan di lehernya. (At-Thibb an-Nabawi, hal 167).

Dengan demikian, hizib atau azimat dapat dibenarkan dalam agama Islam. Memang ada hadits yang secara tekstual mengindikasikan keharaman menggunakan azimat, misalnya:

عَنْ عَبْدِ اللهِ قاَلَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ إنَّ الرُّقًى وَالتَّمَائِمَ وَالتَّوَالَةَ شِرْكٌ


Dari Abdullah, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “‘Sesungguhnya hizib, azimat dan pelet, adalah perbuatan syirik.” (HR Ahmad [3385]).

Mengomentari hadits ini, Ibnu Hajar, salah seorang pakar ilmu hadits kenamaan, serta para ulama yang lain mengatakan: “Keharaman yang terdapat dalam hadits itu, atau hadits yang lain, adalah apabila yang digantungkan itu tidak mengandung Al-Qur’an atau yang semisalnya. Apabila yang digantungkan itu berupa dzikir kepada Allah SWT, maka larangan itu tidak berlaku. Karena hal itu digunakan untuk mengambil barokah serta minta perlindungan dengan Nama Allah SWT, atau dzikir kepado-Nya.” (Faidhul Qadir, juz 6 hal 180-181).

lnilah dasar kebolehan membuat dan menggunakan amalan, hizib serta azimat. Karena itulah para ulama salaf semisal Imam Ahmad bin Hanbal dan Ibnu Taimiyyah juga membuat azimat.

A-Marruzi berkata, ”Seorang perempuan mengadu kepada Abi Abdillah Ahmad bin Hanbal bahwa ia selalu gelisah apabila seorang diri di rumahnya. Kemudian Imam Ahmad bin Hanbal menulis dengan tangannya sendiri, basmalah, surat al-Fatihah dan mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Nas).” Al-Marrudzi juga menceritakan tentang Abu Abdillah yang menulis untuk orang yang sakit panas, basmalah, bismillah wa billah wa Muthammad Rasulullah, QS. al-Anbiya: 69-70, Allahumma rabbi jibrila dst. Abu Dawud menceritakan, “Saya melihat azimat yang dibungkus kulit di leher anak Abi Abdillah yang masih kecil.” Syaikh Taqiyuddin Ibnu Taimiyah menulis QS Hud: 44 di dahinya orang yang mimisan (keluar darah dati hidungnya), dst.” (Al-Adab asy-Syar’iyyah wal Minah al-Mar’iyyah, juz II hal 307-310).

Namun tidak semua doa-doa dan azimat dapat dibenarkan. Setidaknya, ada tiga ketentuan yang harus diperhatikan.
Harus menggunakan Kalam Allah SWT, Sifat Allah, Asma Allah SWT ataupun sabda Rasulullah SAW.
Menggunakan bahasa Arab ataupun bahasa lain yang dapat dipahami maknanya.
Tertanam keyakinan bahwa ruqyah itu tidak dapat memberi pengaruh apapun, tapi (apa yang diinginkan dapat terwujud) hanya karena takdir Allah SWT. Sedangkan doa dan azimat itu hanya sebagai salah satu sebab saja.” (Al-Ilaj bir-Ruqa minal Kitab was Sunnah, hal 82-83).


Senin, 07 Mei 2012

PENGOBATAN ALTERNATIF ALA SUNAN KALIJAGA


Pengobatan menggunakan kekuatan batin sudah demikian banyak dikenal di nusantara ini sejak lama. Berbagai teknik dan metode sudah dikenal di era kerajaan-kerajaan Sriwijaya, Maapahit, Mataram.

Era sekarang, kita mengenal juga banyak pengobatan alternatif modern, ditambah menggunakan ramuan herbal dan lain-lain. Ini jelas merupakan kekayaan budaya spiritual yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Teknik dan metodenya yang beragam membantu masyarakat untuk memilih pengobatan alternatif yang sesuai dengan keinginannya.

Salah satu metode pengobatan kuno dengan pengerahan daya batin adalah sebagaimana yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga. Yaitu menyampaikan doa pada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan keyakinan penuh bahwa doanya akan diijabahi oleh-Nya dengan diiringi sikap pasrah total dan ikhlas.

Doa yang diajarkan Sunan Kalijaga itu berbahasa Jawa. Doa yang disampaikan dengan bahasa Jawa, akan lebih meresap ke dalam hati sanubari masyarakat sehingga diharapkan sang pendoanya memahami makna dan tujuan doa tersebut.

Sebelum doa disampaikan, maka didahului oleh amalan PUASA MUTIH selama tiga atau tujuh hari. Puasa mutih yaitu puasa seperti biasa kita melaksanakan puasa Ramadhan. Namun pada saat berbuka, kita hanya memakan nasi dan air putih saja.

Tujuan puasa mutih ini adalah agar tubuh, pikiran, rasa pangrasa kita semakin manunggal untuk menggerakkan daya batin sehingga mampu untuk menggerakkan cinta kasih-Nya dan memberi ijabah pada doa yang akan disampaikan.

Setelah puasa mutih tiga atau tujuh hari dilaksanakan maka pemohon membaca doa sebagaimana berikut ini:

Ana kidung rumeksa ing wengi

Teguh hayu luputa ing lara

Luputa bilahi kabeh

Jim setan datan purun

Paneluh tan ana wani

Wiwah panggawe ala

Gunanung wong luput

Geni atemahan tirta

Maling adoh tan ana ngarah ing mami

Guna duduk pan sirna

Sakehing lara pan samya bali

Sakeh ngama pan sami miruda

Welas asih pandulune

Sakehing braja luput

Kadi kapuk tibaning wesi

Sakehing wisa tawa

Sato galak tutut

Kayu aeng lemah sangar

Songing landhak guwaning

Wong lemah miring

Myang pakiponing merak

Pangupakaning warak sakalir

Nadyan arca myang seraga asat

Temahan rahayu kabeh

Apan sarira ayu

Ingideran kang widadari

Rineksa malaekat

Lan sagung pra rasul

Pinayungan ing Hyang Suksma

Ati Adam utekku

Baginda Esis Pangucapku

ya Musa Napasku

Nabi Isa linuwih

Nabi Yakub pamiyarsaningwang

Dawud suwaraku mangke

Nabi Ibrahim nyawaku

Nabi Sleman kasekten mami

Nabi Yusup rupeng wang

Edris ing rambutku

Baginda Ngali kuliting wang

Abubakar getih daging

Ngumar singgih

Balung baginda Ngusman

Sumsumingsun Patimah linuwih

Siti Aminah bayuning angga

Ayup ing ususku mangke

Nabi Nuh ing jejantung

Nabi Yunus ing otot mami

Netraku ya Muhammad

Pamuluku Rasul Pinayungan Adam Kawa

Sampun pepak sakathahe para nabi

Dadya sarira tunggal

Inilah pengobatan alternatif untuk segala penyakit menggunakan teknik berpuasa dilanjutkan dengan berdoa. Pengobatan ala Sunan Kalijaga ini tidak bertentangan dengan akidah Tauhid bahkan bila diresapi dengan penghayatan yang mendalam, akan menambah iman kita pada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kita yakin penyembuh semua penyakit adalah Dia sehingga kita sampaikan doa setulus-tulusnya padaNya agar mengijabahi permohonan kita.