Rabu, 09 Mei 2012

SEMUA BENDA BERENERGI


Pada prinsipnya, segala makhluk hidup dibumi adalah makhluk berenergi. Dalam arti, memiliki getaran tertentu dengan spesifikasi tertentu. Energi ini tidak bisa musnah. Ia akan bersatu dengan sesuatu yang memberikan media. Getaran batu nisan tua dibanding batu nisan buatan pemahat baru, tentu berbeda. Batu nisan jaman dahulu berasal dari tebangan pohon, setelah sekian ratus tahun, membatu dan menjadi fosil.

Getaran fosil kayu itu, akan mengeluarkan energi, mempengaruhi lingkungan sekitarnya. Termasuk manusia dan binatang. Ada sebentuk atmosfer tertentu yang dihasilkan fosil itu. Energi yang dihasilkan, bisa negatif atau positif. Bergantung kepada riwayat fosil dan ‘pemilik’ yang tidur dibawahnya.

Langit dan bumi, juga memiliki getaran, bangunan tembok, batu, kayu, bambu yang dibuat jadi rumah tinggal, juga mengandung getaran. Getaran itu bisa mempengaruhi kondisi manusia. Disamping itu getaran jiwa pembuatnya, penghuni atau siapapun yang pernah tinggal dalam sebuah rumah, akan meninggalkan getaran tertentu jika sudah pergi dari rumah tersebut. Getaran itu disimpan dalam media ruang yang ada. Semakin lama mengendap akan berubah menjadi energi.

Getaran nafsu, emosi, kelainan jiwa dan sejenisnya, tentu akan menghasilkan energi negatif. Getaran kekuasaan, kemakmuran, kemenangan akan menghasilkan energi positif. Paling tidak, akan memacu optimisme penghuninya.

Tidaklah mengherankan, banyak orang berburu barang antik peninggalan bangsawan atau orang terpandang, atau milik para pertapa zaman dahulu. Kesemuanya dimaksudkan sebagai sarana untuk ikut mewarisi energi positif yang terkandung pada benda-benda tersebut. Istilah Jawa: nyadhong sawabe. Memang bukan sesuatu yang mustahil, karena energi itu sendiri tidak pernah bisa dimusnahkan. Termasuk energi anda.

Disamping, bisa menciptakan lingkungan berenergi positif, energi manusia juga mampu menyerap energi dari luar tubuhnya.


TENAGA DALAM



A. Pengertian Tenaga Dalam

Pada dasarnya setiap manusia bahkan seluruh makhluk hidup, memiliki yang namanya Tenaga Inti / Tenaga Dalam / Energi Haq. Akan tetapi tidak semua orang tahu akan keberadaan Tenaga Dalam pada dirinya. Tenaga ini akan muncul manakala seseorang dalam keadaan kritis, puncak kelelahan fisik, terjepit / kepepet, atau menghadapi keadaan yang mengancam dirinya, saat itu keinginan untuk mempertahankan hidup membuatnya dapat melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan pada saat normal.

Sebagai contoh ketika seseorang diambang kritis, misal sedang dikejar anjing galak, rabies lagi. Seketika itu ia bisa berlari cepat melebihi kecepatan larinya pada kondisi biasa, orang Jawa menyebutnya kancilen, bahkan orang tersebut bisa melompat keseberang sungai yang dilihat dari lebarnya terasa tidak mungkin bisa dilompati pada saat normal. Ini adalah suatu contoh penggunaan tenaga cadangannya yang disebut Tenaga Dalam tadi.

Atas dasar hal itulah maka Tenaga ini disebut juga Tenaga Cadangan. Yaitu tenaga yang tidak biasa atau jarang digunakan dan akan muncul secara tiba-tiba tanpa dikendalikan. Karena tenaga ini belum diketahui secara pasti apalagi diukur batas maksimalnya maka tenaga ini disebut juga Tenaga Ghoib. Tenaga ini muncul dari dalam diri setiap makhluk hidup yang bersifat supranatural maka disebut juga Tenaga Dalam. Dan tenaga ini terdapat disetiap diri makhluk hidup baik manusia, hewan ataupun tumbuhan sebagai fitrah dari karunia Tuhan maka tenaga ini disebut jugaEnergi Haq. Energi Kebenaran; energi yang diberikan dari Tuhan Yang Maha Haq (benar).

Mesti dalam setiap diri makhluk hidup khususnya manusia terdapat tenaga tersebut, tapi tidak semua orang bisa memanfaatkan Tenaga Dalamnya secara optimal. Hal ini adakalanya disebabkan oleh ketidaktahuannya akan keberadaan Tenaga Dalam didalam dirinya, atau juga karena Tenaga Dalamnya itu belum bangkit / dibangkitkan. Karena memang untuk dapat mendayagunakan tenaga tersebut dibutuhkan cara-cara khusus dan belum bisa dimanfaatkan kalau belum dibangkitkan. Ia laksana seekor naga yang sedang mengeram didalam diri setiap manusia. Tidak bergerak jika tidak disentuh.

Ada banyak cara untuk membangunkan dan membangkitkan Tenaga Dalam. Ada yang menggunakan sistem pernafasan irama (olah nafas), ada yang dengan gerakan-gerakan terarah yang digabungkan dengan pernafasan. Ada pula yang menggunakan metode riyadhoh (tirakat) dengan mengamalkan puasa, bertapa / meditasi, pembacaan Asma-Asma tertentu / dzikir / mantera / aji-aji. Apa pun cara yang dipergunakan adalah baik, tergantung kepada kemampuan dan ketekunan orang yang mempelajarinya.

B. Ilmu Tenaga Dalam Pernafasan

Yang dimaksud dengan Ilmu Tenaga Dalam Pernafasan adalah suatu ilmu yang dipelajari untuk membangkitkan dan mendayagunakan Tenaga Dalam melalui metode olah pernafasan. Di negara kita ini, Indonesia banyak sekali panji-panji Perguruan Beladiri Tenaga Dalam yang mengajarkan teknik-teknik olah nafas.

Pernafasan dan kekuatan seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Dimana ada pernafasan disitu terdapat kekuatan. Sebab tanpa adanya pernafasan maka tidak ada kekuatan. Seperti halnya makhluk yang telah mati (meninggal dunia) – tidak bernafas maka tidak punya tenaga / kekuatan sedikitpun.

Udara adalah materi penting dalam pernafasan. Udara sendiri merupakan salah satu bentuk energi yang ada dialam semesta ini disamping tanah, air, matahari / api dll. Sehingga dapat diartikan makhluk hidup menghirup udara sama saja dengan memasukan energi kedalam tubuhnya. Didalam tubuh, energi udara ini akan digunakan untuk memompa jantung guna mendapatkan energi / kekuatan / tenaga dengan bentuk lain yang sesuai dan dibutuhkan oleh organ tubuh. Tenaga / energi dalam bentuk lain itu misalnya energi gerak dan panas. Yaitu dengan memompa jantung untuk menggerakan organ tubuh dan menghasilkan panas tubuh.

Tanpa adanya tenaga, maka panas tubuh semakin lama akan semakin dingin dan darah menjadi beku. Dan aktivitas lainnya pun terhenti dengan serentak begitu tidak ada aktivitas pernafasan. Kinerja organ-organ vital dalam tubuh terganggu dan akhirnya tidak bekerja dan matilah makhluk tersebut.

Meski kematian merupakan hal yang Ghoib (berhubungan dengan dicabutnya Ruh) tapi tetap kematian itu berjalan sesuai kodrat yang dapat dijelaskan secara ilmiah seperti diatas. Yang tidak terjelaskan hanya mengenai Ruh saja sebagai perlambang kehidupan, karena ini merupakan masalah Rahasia Ketuhanan.

Begitu besarnya peran pernafasan dalam kehidupan makhluk hidup. Maka para ahli berusaha meneliti lebih jauh manfaat pernafasan ini. Dan kini telah ada hasilnya bahwa dengan mengolah nafas melalui teknik-teknik tertentu didapat manfaat yang lain. Baik untuk dunia kanuragan maupun kesehatan.

Rahasia dari energi Tenaga Dalam adalah olah pernafasan. Dengan teknik olah nafas seperti tahan nafas, lepas nafas pelan / keras melalui hidung / mulut, pernafasan segitiga (tarik nafas–tahan nafas–lepas nafas), pernafasan segiempat (tarik nafas–tahan nafas–lepas nafas–tahan nafas) dan teknik pernafasan lainnya, respon yang diberikan tubuh ternyata sangat besar.

Bukti mudah, coba saja anda tahan nafas cukup 1 atau 2 menit, pasti jantung semakin lama bergerak cepat, begitu pula ailran darah dan begitu lepas nafas membuat nafas tersenggal-senggal tak jarang kepala menjadi pusing. Ini merupakan bentuk respon tubuh (fisik) kalau anda “bermain-main” dengan nafas.

Selain dengan teknik olah pernafasan, ada juga teknik yang menyertainya dengan gerakan-gerakan khusus (gerak jurus). Karena secara anatomi, dalam tubuh manusia terdapat titik-titik energi. Maka dengan gerak tubuh disertai olah nafas diharapkan titik-titik energi tersebut dapat aktif.

Pada nantinya, aktifnya titik-titik energi dalam tubuh dapat diwujudkan dalam kekuatan fisik misalnya kaki semakin kuat (kuda-kuda), atau tangan semakin kuat hingga dapat mematahkan baja dan balok es, atau kinerja jantung semakin baik / optimal. Itu semua tergantung mana titik–titik energi yang diaktifkan melalui olah gerak jurus dan olah nafas tadi.

Biasanya latihan olah gerak ini cukup berat untuk dilakukan. Paling tidak, akan membuat pelakunya bercucuran keringat. Suatu hasil dari peningkatan panas tubuh yang disebabkan olah nafas dan olah gerak yang telah dilakukan. Disamping bertujuan mengaktifkan titik energi, olah gerak ini bertujuan mencari kelelahan fisik. Karena sesungguhnya dipuncak kelelahan lahirlah kekuatan terdahsyat manusia yang disebut Tenaga Dalam. Tenaga ini disalurkan keseluruh tubuh melalui Daya ilusi dan olah seni pernafasan.

Dalam hal ini jangan disamakan lelah fisik dalam mempelajari ilmu Tenaga Dalam dengan lelah fisik tukang batu atau kernet bis kota, misalnya. Mereka memang mengalami kelelahan, namun bukan kelelahan yang menyegarkan. Kelelahan dengan beban berat dibelakangnya. Kelelahan yang dicari dalam olah gerak Tenaga Dalam adalah kelelahan tanpa beban. Kelelahan yang menyegarkan karena diikuti suplai udara (oksigen) yang baik.

Selain peran nafas dan gerak jurus diperlukan juga aktifitas otak (pikiran). Yaitu dalam bentuk pemusatan pikiran yang disebut sebagai konsentrasi. Dalam hal ini konsentrasi tidak dapat dipisahkan. Konsentrasi pada gerak fisik (jurus) atau gerak nafas atau kedua-duanya. Dalam olah gerak nafas menyaluran energi udara yang dihirup disalurkan masuk sampai kedalam sel-sel darah merah melalui kekuatan pikiran.



Sebenarnya didalam jaringan tubuh manusia terdapat semacam aliran energi listrik yang sifatnya supranatural. Energi listrik ini ada karena terjadi pemompaan oksigen kedalam darah diseluruh jaringan tubuh. Persinggungan antara energi listrik ini akan menimbulkan suatu percikan bunga-bunga cahaya.

Dalam Perguruan Merpati Putih yang pernah saya ikuti, proses membangkitkan tenaga inti terdapat jurus “getaran listrik”. Pengumpulan energi dengan menggerakan badan membungkuk lalu tegak keatas sambil meluruskan tangan dan menyedot nafas lalu membungkuk lagi, tangan diputar dan disilangkan didepan dada sambil tahan nafas. Getaran listrik ini dikhususkan pada titik energi tangan, kepala, punggung (kekebalan). Dalam hal ini daya listrik sudah diterapkan jadi tenaga inti atau Tenaga Dalam. Ini hanya sekedar contoh, betapa dasyatnya unsur listrik dalam tubuh manusia.

Diperlukan upaya kontinyu untuk membangkitkan jaringan listrik tubuh. Bunga-bunga cahaya yang dihasilkan dari olah pernafasan akan terkonsentrasi sebagai energi. Sebentuk energi yang bisa dikendalikan sesuai keinginan pemiliknya.

Selain didayagunakan dibidang kanuragan dalam tingkatan yang lebih tinggi, energi tersebut dapat didayagunakan pemiliknya untuk bidang kewaskitaan seperti mempunyai kemampuan membaca tulisan dengan mata tertutup, menerawang tempat yang jauh bahkan berbeda alam. Ada juga yang mendayagunakan energi ini untuk keperluan kemanusiaan seperti untuk penyembuhan (metode prana), senam kesehatan (tai chi) dsb. Ternyata, hasil dari olah fisik (nafas dan gerak) saja, mempunyai manfaat yang begitu besar.


WAFAQ, RAJAH & AZIMAT


Pengertian Rajah

Dalam bahasa Arab, Rajah biasa disebut sebagai Wifiq atau wafaq. Rajah adalah tulisan-tulisan yang mengandung energi ghoib, yang mana dengan kekuatan ghoib tersebut suatu Rajah dapat mempengaruhi keadaan lingkungan sekitarnya (manusia, binatang bahkan makhluk halus).

Tulisan Rajah dapat berbentuk huruf, angka, sandi, simbol dan gambar. Tulisan Rajah memang tidak seperti tulisan pada umumnya. Sebagian besar suatu Rajah hanya terdiri dari huruf-huruf dan angka-angka yang berdiri sendiri-sendiri, tidak menyusun suatu kata. Sehingga bisa dikatakan tulisan rajah tersebut tidak bisa diartikan dalam bahasa. Namun diyakini bahwa susunan huruf dan angka (rajah) tersebut mengandung atau bisa memunculkan kekuatan ghoib. Sehingga kemudian susunan tulisan-tulisan disebut Rajah.

Biasanya tulisan-tulisan tersebut merupakan tulisan kuno bernilai sejarah dan ada unsur mistisnya. Contohnya huruf Hijaiyah (Arab), huruf aksara Jawa, Cina, simbol-simbol, dan lain-lain sebagainya.

Tulisan Rajah bermacam-macam jenisnya, sesuai dengan fungsi atau kegunaannya. Maka Rajah bukanlah sembarang tulisan yang ditulis diatas selembar kertas atau kain atau media lainnya. Melainkan tulisan Rajah merupakan tulisan yang bernuansa mistis. Setiap coretan garis, simbol, sandi, gambar, huruf dan angka memiliki makna tertentu. Meski terkadang, bahkan banyak tulisan Rajah yang tidak dapat dimengerti artinyanamun tulisan tersebut mempunyai makna.

Dalam Al Quran sendiri terdapat tulisan-tulisan yang oleh para ahli tafsir Quran tidak dimengerti artinya namun tetap diyakini mempunyai makna. Misalnya :

Kaaf Haa Yaa Aiin Shood, Yaasiin, Alif Lam Miim dan sebagainya.

Nampaknya Rajah lebih menekankan pada makna daripada arti. Suatu makna yang dikandungnya merupakan tujuan yang hendak dicapai oleh pembuatnya. Karena rajah memang dibuat untuk membantu memenuhi hajat keinginan seseorang.

Tulisan rajah yang telah ditulis di suatu media benda (kertas, kain, kayu, batu dll) kemudian benda tersebut biasa disebut sebagai Azimat. Suatu benda yang mengandung aura magis atau mempunyai kekuatan ghoib.

Untuk menyingkap tentang arti dan makna suatu Rajah dibutuhkan ilmu dan pengetahuan khusus, yang melibatkan hati dan rasa (Spiritual). Biasanya ini hanya diketahui oleh para ahli rajah dan paranormal.

Contoh Tulisan Rajah:
Rajah Sulaiman
Varian dari Rajah Sulaiman
Rajah Jin tidak masuk rumah
Varian Rajah-rajah Hijaiyah
rajahan kalacakra


Rajah Ditemukan Oleh Para Ahli Ilmu Spiritual


Tidak diketahui kapan pertama kali Rajah dibuat. mungkin sudah ribuan tahun yang lalu, sejak jaman purba. Jika dilihat dari kebudayan purba seperti bangunan piramid di Mesir. Yang didindingnya terpahat tulisan-tulisan dan simbol. Yang bisa jadi dilihat dari kultur budaya saat itu, tulisan tersebut bukan saja sebatas tulisan, namun mungkin juga mengandung nilai lebih dari itu yaitu sebagai rajah. Atau tulisan yang mempunyai nilai mistis.

Ini bisa dilihat pada jaman Nabi Musa as telah ada para penyihir. Kuat kemungkinan mereka (para penyihir) telah menemukan kekuatan dibalik suatu benda dan tulisan. Karena memang tidak dipungkiri, dari jaman dulu rajah merupakan salah satu media sihir.

Didunia ini terdapat banyak sekali kultur budaya yang berbeda-beda, maka akan sangat sulit menelaah tulisan rajah dari sekian banyak budaya / bangsa. Dibenua Asia sendiri terdapat berbagai negara dengan kebudayaan yang berbeda-beda dengan ragam bahasa dan tulisan yang berlainan pula. Misalnya tulisan aksara Jawa berbeda dengan tulisan Cina, begitu pula tulisan Kanji Jepang, atau tulisan India, Arab, dan lain sebagainya. Biasanya tulisan Rajah tidak jauh berbeda dari tulisan budaya setempat. Misalnya di tanah Jawa, maka kita akan menemukan tulisan rajah berbentuk huruf aksara Jawa. Begitu pula di Cina, tulisan rajah juga berupa huruf Cina.

Tulisan Rajah yang terdiri dari huruf-huruf Hijaiyah, tentu lahir di tanah Arab. Maka ilmu rajah dan wifiq merupakan ilmu yang cukup populer di negeri Arab. Setelah turunnya Nabi Muhammad saw membawa risalah Al Quran. Rajah lahir dari mukasyafah para Wali, yang dengan izin Alloh, telah berhasil menyingkap rahasia dibalik asma Alloh, ayat Al Quran dan Huruf-huruf Al Quran. Bahwa ternyata disetiap huruf dalam Ayat-ayat suci Al Quran terdapat Khodam yaitu Malaikat penjaga Huruf ayat suci Al Quran, begitulah pendapat para sesepuh ahli wifiq Huruf Hijaiyah ini.

Dari sinilah rajah dari ayat Al Quran (huruf Hijaiyah) mulai berkembang. Mereka para wali dan ahli wifiq (rajah) banyak yang telah menurunkan ilmu rajah ini. Dari jasa mereka yang telah mukasyafah, dengan membuka sedikit rahasia Al Quran dan menemukan susunan rajah, kini kita tidak perlu sulit-sulit untuk menyusun rajah yang belum tentu benar dan terbukti daya ghaibnya. Rajah yang mereka tinggalkan tentu sudah terbukti kemujaraban dan keampuhannya apabila benar tatacara penulisan dan penggunaannya. Disamping itu mereka adalah orang pilihan yang diberi kelebihan oleh Tuhan menyingkap keghoiban AsmaNya dan inysaAlloh selalu dibawah bimbinganNya sehingga jauh dari kesesatan. Wallahu a’lam.


Rajah Mementingkan Makna Daripada Arti



Huruf-huruf disusun maka tercipta suatu kata. Kata-kata disusun, terciptalah suatu kalimat. Dengan susunan kata dan kalimat inilah komunikasi terjalin. Namun rajah bukanlah suatu rangkaian huruf yang membentuk kata, atau rangkaian kata yang membentuk kalimat agar mudah dimengerti oleh manusia. Rajah adalah pemenggalan atau pemisahan dari semua kata dan kalimat itu. Sehingga banyak Rajah yang tak mempunyai arti (dalam kamus bahasa manusia) namun bermakna.

Karena Rajah bukanlah seperti surat yang harus dibaca agar dimengerti apa maksudnya. Namun rajah mendaya-gunakan kekuatan supranatural untuk membuat mengerti tanpa harus dibaca. Banyak tulisan-tulisan (baca: huruf-huruf, sandi, angka) yang dirangkai menjadi rajah kemudian ditulis lalu dilipat dan dibungkus untuk dijadikan azimat. Azimat inipun dibawa dengan sembunyi-sembunyi pula, dimasukan dalam saku atau dijahit dalam baju/ikat pinggang misalnya. Sehingga tidak ada perlunya suatu arti tulisan rajah, sebab tulisan tersebut tidak untuk diperlihatkan orang lain.

Meski orang lain tidak mengetahui Azimat ini, tapi khasiatnya tetap terasa oleh orang tersebut. Inilah Rajah, tulisan yang berdaya ghoib yang dapat mempengaruhi alam sekitarnya.


Mendayagunakan Kekuatan Ghoib



Sebuah benda dibuat tentu memiliki tujuan atau fungsi tertentu. Manusia membuat tulisan bertujuan sebagai sarana untuk berkomunikasi lewat indera mata. Sehingga yang buta matanya tidak dapat mengerti apa yang dimaksud dalam suatu tulisan. Namun sekarang telah dikembangkan tulisan timbul (braille) untuk para orang buta. Sehingga mereka dapat mengerti arti tulisan tidak melalui indera mata tapi melalui indera perasa (raba) yaitu kulit.

Tulisan Rajah juga merupakan sarana berkomunikasi. Hanya saja tulisan rajah tidak terbatas oleh keterbatasan panca indera. Tulisan rajah bersifat universal. Sebab “cara kerjanya” bukan dengan mengartikan tulisannya kemudian kita baru tahu maksudnya. Namun suatu Rajah bekerja secara ghoib. Efek suatu Rajah dapat dirasakan oleh siapa saja baik manusia, hewan bahkan makhluk halus yang ada disekitarnya atau yang berada jauh ditempat lain. Karena menggunakan system pancaran energi. Energi ini bernuansa supranatural, tidak terdeteksi oleh peralatan elektronik. Hanya bisa dijangkau oleh kepekaan indera rahsa (indera ke enam).

Pada prinsipnya semua makhluk hidup di bumi ini adalah makhluk berenergi. Dalam arti memiliki getaran tertentu dengan spesifikasi tertentu. Langit, bumi juga bangunan tembok, kayu, batu yang dibuat jadi rumah tinggal juga mengandung getaran energi. Tak terkecuali dengan makhluk halus (Jin).

Maka energi bersifat universal dalam arti dimiliki oleh siapa saja. Dengan system media energi inilah suatu Rajah bekerja. Karena rajah sendiri juga memancarkan getaran energi. Adanya energi ghoib itulah Rajah dapat mempengaruhi keadaan sekitarnya.

Ilmu Rajah :
Kekuatan Ghoib itu adalah Khodam

Tulisan Rajah dapat mempengaruhi alam sekitar akibat adanya energi ghoib yang “menempati” Rajah tersebut. Misalnya Rajah untuk Mahabbah yaitu berhubungan dengan cinta kasih. Si pemakai Rajah mahabbah akan disenangi dan disukai oleh orang-orang yang dijumpainya. Rajah kewibawaan, maka dengan membawa rajah ini seseorang dapat tampil lebih berwibawa, sehingga disegani kawan maupun lawan. Dan berbagai macam Rajah lainnya yang memiliki efek berbeda-beda sesuai fungsi dan kadar kekuatan energinya.

Energi yang dipancarkan tulisan Rajah adalah energi dari makhluk halus (ghoib). Bisa energi makhluk Jin atau Malaikat. Keduanya merupakan makhluk ghoib yang memang ada di dunia ini. Walaupun tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, namun sebagai orang yang beragama, mempercayai yang ghoib adalah bagian dari keimanan.

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (Yaitu) Mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki, yang Kami anugerahkan kepada mereka”. (Al-Quran. Al Baqoroh: 2-3)

Wallahu a’lam.

Rajah Tidak Sembarang Menulis


Segala macam rajah yang ditulis untuk dijadikan azimat pasti ada syarat / lelakunya. Lelaku itu bisa bermacam-macam, misalnya dengan berpuasa, berdzikir (membaca doa-doa tertentu: aji-mantra), riyadhoh, rajin sembahyang, semedhi (meditasi), dan lain sebagainya yang intinya adalah mengekang hawa nafsu – mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Bahkan terdapat pula syarat lelaku yang ekstrem seperti memakai tumbal, darah, dan ritual penyembahan syetan. Yang terakhir itu tadi biasanya dilakukan oleh para penganut aliran sesat.

Dari ritual lelaku pengekangan diri tersebut akan memancarkan energi ruhani. Daya pancarnya sampai kepada tulisan yang akan dibuat. Sedangkan Rajah/azimat yang tidak ditirakati (tidak didasari oleh lelaku) jelas tidak ada perbawa atau kekuatannya sama sekali.

Dalam pembuatan azimat (penulisan Rajah) juga memiliki kaidah-kaidah tertentu. Jadi tidak sembarang menulis. Dibuat pada waktu yang baik, arah pandangan yang baik dan dilakukan dalam suasana yang khusyuk. Bahkan tulisan harus benar, misalnya dalam Rajah Hijaiyah maka huruf yang berlubang harus ditulis berlubang, contoh hurufnyamim, wawu, aiin dll.

Dalam sebagian banyak Rajah terdapat juga syarat-syarat khusus misalnya memakai tinta yang beda warna, memakai campuran minyak, campuran darah, diuapi dengan kayu gaharu / kemeyan atau yang lainnya.

Semua tata cara penulisan Rajah tersebut tidak sama antara rajah satu dengan yang lainnya. Maka bila akan membuat Rajah pahami benar syarat-syaratnya, sehingga nantinya Rajah itu akan dapat memancarkan energi mistis.